Mengapa Yordania Tidak Pernah Menembak Rudal Israel?

Jum'at, 18 Juli 2025 - 16:32 WIB
Ini mendasari politik luar negeri Yordania yang konsisten menjaga hubungan tetap stabil.

3. Yordania Bersikap Defensif terhadap Ancaman dari Iran, Bukan Israel



Ketika terjadi serangan oleh Iran pada April 2024, Yordania menembak jatuh drone dan rudal Iran yang melintasi wilayahnya menuju Israel.

Yordania menegaskan tindakan ini semata-mata untuk melindungi kedaulatan udara nasional, bukan untuk membantu Israel secara militer.

Menlu Ayman Safadi bahkan menyatakan Yordania akan melakukan hal yang sama terhadap pelanggaran apapun, entah dari Israel, Iran, maupun pihak lain.

4. Publik Yordania yang Sensitif terhadap Isu Pro-Palestina



Secara internal, pemerintah Yordania menghadapi tekanan dari publik pro-Palestina yang luas.

Banyak publik di Yordania memandang Israel sebagai agresor atas konflik Gaza, sehingga jika Yordania menembak rudal Iran, akan dianggap sebagai pengkhianatan terhadap rakyat Palestina.

Ini mendorong pemerintah Yordania menjaga sikap netral dan defensif, memproyeksikan bahwa tindakan pertahanan udara bukan dukungan terhadap Israel, melainkan perlindungan terhadap rakyat dan wilayahnya sendiri.

5. Tidak Ada Peluang atau Keinginan Serangan oleh Israel



Israel sangat berhati-hati untuk tidak melintas ke wilayah Yordania dalam operasi udara atau pertahanan rudal, karena hal tersebut akan melanggar perjanjian damai dan bisa memicu krisis diplomatik.

Bahkan ketika IDF melakukan serangan terhadap sasaran Iran atau Hezbollah, perhatian utamanya adalah menjaga agar operasi tidak menimbulkan pelanggaran ke wilayah udara Yordania.

Pengaturan tersebut membuat Yordania tidak pernah berada dalam posisi menghadapi rudal Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!