Psywar Dimulai, Pejabat Iran Posting Gambar Israel Dibom Nuklir
Minggu, 13 Juli 2025 - 06:13 WIB
Bulan lalu, serangan Amerika Serikat menargetkan fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan itu terjadi setelah berhari-hari agresi Israel terhadap Iran, di mana Negara Yahudi tersebut menggunakan rudal jelajah dan bom penetrasi dalam untuk merusak infrastruktur nuklir dan unit militer Iran.
Pada bulan Oktober 2024, sekelompok anggota Parlemen meminta Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran untuk meninjau doktrin pertahanan negara dan mempertimbangkan untuk mengadopsi senjata nuklir.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Israel telah menghentikan program nuklir Iran tetapi menyiratkan negara Yahudi itu belum menyelesaikan konfrontasinya dengan Republik Islam.
"Mereka ingin mengembangkan alat pemusnah massal, bom atom, dan cara untuk mengirimkannya ke setiap wilayah di dekat Anda. Itulah yang mereka coba lakukan. Dan kami menghentikannya. Kami menghentikan cara-cara berbahaya ini untuk kelangsungan hidup kami," kata Netanyahu kepada Newsmax.
"Kami belum menyelesaikan pekerjaan ini, tetapi saya dapat memberi tahu Anda bahwa Amerika telah memulai sesuatu. Kami akan menyelesaikannya," kata Netanyahu, menuduh Teheran pada akhirnya mengupayakan rudal balistik antarbenua yang memungkinkannya menyerang Amerika Serikat dan bahkan tempat tinggal Presiden Donald Trump di Florida, Mar-a-Lago.
Pada bulan Oktober 2024, sekelompok anggota Parlemen meminta Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran untuk meninjau doktrin pertahanan negara dan mempertimbangkan untuk mengadopsi senjata nuklir.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Israel telah menghentikan program nuklir Iran tetapi menyiratkan negara Yahudi itu belum menyelesaikan konfrontasinya dengan Republik Islam.
"Mereka ingin mengembangkan alat pemusnah massal, bom atom, dan cara untuk mengirimkannya ke setiap wilayah di dekat Anda. Itulah yang mereka coba lakukan. Dan kami menghentikannya. Kami menghentikan cara-cara berbahaya ini untuk kelangsungan hidup kami," kata Netanyahu kepada Newsmax.
"Kami belum menyelesaikan pekerjaan ini, tetapi saya dapat memberi tahu Anda bahwa Amerika telah memulai sesuatu. Kami akan menyelesaikannya," kata Netanyahu, menuduh Teheran pada akhirnya mengupayakan rudal balistik antarbenua yang memungkinkannya menyerang Amerika Serikat dan bahkan tempat tinggal Presiden Donald Trump di Florida, Mar-a-Lago.
Lihat Juga :