Netanyahu Berdalih Negara Palestina yang Sepenuhnya Merdeka Jadi Ancaman bagi Israel

Selasa, 08 Juli 2025 - 13:33 WIB
Dia kemudian berpendapat bahwa Hamas menggunakan kendalinya atas Gaza untuk melakukan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. “Jadi, orang-orang tidak mungkin berkata; ‘Mari kita beri mereka negara lain'. Itu akan menjadi platform untuk menghancurkan Israel,” kata Netanyahu, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (8/7/2025).

“Kami akan mencapai perdamaian dengan tetangga Palestina kami, mereka yang tidak ingin menghancurkan kami, dan kami akan mencapai perdamaian di mana keamanan kami, kekuasaan keamanan yang berdaulat, akan selalu berada di tangan kami,” imbuh dia.

"Sekarang orang akan berkata, 'Ini bukan negara yang lengkap, ini bukan negara, bukan itu'. Kami tidak peduli. Kami bersumpah tidak akan pernah lagi. Tidak akan pernah lagi sekarang. Itu tidak akan terjadi lagi," katanya.

Sementara PBB dan AS telah mendukung solusi dua negara selama beberapa dekade, beberapa politisi Israel dan Partai Republik di Washington semakin menggambarkannya sebagai hal yang tidak realistis.

Bulan lalu, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan negara-negara lain agar tidak mengakui Negara Palestina, menurut laporan Reuters.

Meskipun demikian, Palestina telah diakui sebagai negara berdaulat oleh lebih dari 140 negara, mewakili sekitar 75 persen anggota PBB pada November 2024.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!