Dulunya, Sunni Mendominasi Iran, Kenapa Saat Ini Syiah Justru Jadi Mayoritas?

Kamis, 03 Juli 2025 - 03:45 WIB
Namun, pada tahun 1300-an, kekaisaran Muslim baru muncul: Ilkhanat di Timur, keturunan bangsa Mongol, dan Kekaisaran Ottoman di Barat, keturunan bangsa Turki. Kedua kekaisaran ini bersaing untuk menguasai Timur Tengah, yang akhirnya mengarah pada pembagian wilayah antara Anatolia dan Persia.

5. Dinasti Safawiyah dan Konversi ke Syiah

Melansir Islam City, Dinasti Safawiyah, yang naik ke tampuk kekuasaan pada awal tahun 1500-an, menandai titik balik dalam sejarah Persia. Shah Ismail, pendiri Kekaisaran Safawiyah, memulai kampanye untuk mengubah Persia dari Sunni menjadi Syiah.

Ulama Sunni dipaksa untuk pindah agama, melarikan diri, atau menghadapi eksekusi, sementara ulama Syiah didatangkan untuk mendirikan ordo keagamaan baru. Masjid-masjid Sunni dihancurkan, dan tempat-tempat suci dan lembaga-lembaga Syiah didirikan. Kampanye ini sebagian dimotivasi oleh permusuhan pribadi Shah Ismail terhadap Sunni dan sebagian lagi oleh keinginannya untuk melawan pengaruh Kekaisaran Ottoman Sunni.

6. Warisan Syiah di Iran

Pada akhir era Safawiyah pada tahun 1722, sebagian besar orang di Iran dan Azerbaijan modern telah menganut Syiah Dua Belas. Namun, beberapa komunitas Sunni berhasil bertahan hidup di daerah-daerah terpencil atau perbatasan.

Saat ini, sekitar 5% penduduk Iran tetap beragama Sunni, bersama dengan 40% penduduk Azerbaijan. Warisan ini mencerminkan sejarah kompleks suatu wilayah yang pernah menjadi benteng Islam Sunni.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!