Apesnya Israel Tekor Lebih dari Rp325 Triliun akibat Perang 12 Hari Melawan Iran
Kamis, 26 Juni 2025 - 08:44 WIB
Sumber Kementerian Keuangan Israel mengatakan kepada Yedioth Ahronoth bahwa Israel mungkin mencari dukungan keuangan tambahan dari Amerika Serikat, baik melalui bantuan langsung atau jaminan pinjaman, untuk membantu mengimbangi biaya perang dan mengatasi kebutuhan pertahanan yang mendesak.
Adam Bloomberg, wakil direktur ekonomi federasi buruh Histadrut Israel, mengatakan kepada situs berita Israel; Maariv, bahwa penutupan ekonomi yang dipicu oleh perang merugikan ekonomi Israel sekitar 1,5 miliar shekel (USD294 juta) per hari, yang berarti bisnis telah kehilangan lebih dari USD3,5 miliar selama konflik 12 hari tersebut.
Ekonom Yehuda Sharoni, mengutip laporan Universitas Reichman yang dipublikasikan di Walla, memperkirakan bahwa perang selama satu bulan akan merugikan Israel sebesar 40 miliar shekel (USD11,76 miliar).
Kerusakan properti di wilayah pedalaman Israel, termasuk rumah, mobil, dan barang-barang pribadi, saat ini diperkirakan mencapai tiga miliar shekel (sekitar USD810 juta). Ini belum termasuk kerugian tidak langsung seperti kompensasi perusahaan (sekitar lima miliar shekel) dan dampak terhadap PDB negara tersebut.
Harian bisnis Israel; Calcalist, melaporkan bahwa pemerintah telah menghabiskan sekitar USD5 miliar, sekitar USD725 juta per hari, untuk operasi ofensif terhadap Iran dan tindakan defensif untuk mencegat rudal dan pesawat nirawak Teheran. Kompensasi saja diperkirakan akan menelan biaya sedikitnya lima miliar shekel (USD1,5 miliar).
Pasar kini memperkirakan defisit fiskal pemerintah akan melebihi enam persen dari PDB tahun ini, melampaui batas 4,9 persen yang ditetapkan oleh kementerian keuangan.
Marker melaporkan pada hari Senin bahwa kerusakan langsung dari serangan rudal Iran telah melampaui lima miliar shekel (USD1,5 miliar).
Israel juga menghabiskan miliaran lebih banyak untuk mencoba mempertahankan diri dari rentetan rudal dan pesawat nirawak berskala besar yang diluncurkan oleh Iran. Serangan-serangan ini mengganggu pasokan energi dan bahan bakar di seluruh Israel dan menyebabkan pukulan besar bagi pasar modal negara itu, termasuk serangan langsung terhadap gedung Bursa Efek Tel Aviv.
Beberapa ekonom memperingatkan bahwa jika perang terus berlanjut, Israel mungkin menghadapi keruntuhan ekonomi skala penuh.
Menurut Financial Express, Israel menghabiskan sekitar USD5 miliar pada minggu pertama serangan terhadap Iran, dengan USD593 juta dihabiskan untuk serangan ofensif dan USD132 juta untuk pertahanan dan mobilisasi militer setiap hari.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa sistem pertahanan rudal Israel sendiri menghabiskan biaya antara USD10 juta dan USD200 juta per hari untuk beroperasi.
Nasser Abdel Karim, seorang profesor keuangan di Universitas Amerika di Palestina, mengatakan kepada Anadolu bahwa perang tersebut tidak hanya memengaruhi anggaran militer Israel tetapi juga kapasitas produksinya secara keseluruhan. Dia memperkirakan total kerugian langsung dan tidak langsung yang terkait dengan perang dapat mencapai USD20 miliar.
Adam Bloomberg, wakil direktur ekonomi federasi buruh Histadrut Israel, mengatakan kepada situs berita Israel; Maariv, bahwa penutupan ekonomi yang dipicu oleh perang merugikan ekonomi Israel sekitar 1,5 miliar shekel (USD294 juta) per hari, yang berarti bisnis telah kehilangan lebih dari USD3,5 miliar selama konflik 12 hari tersebut.
Ekonom Yehuda Sharoni, mengutip laporan Universitas Reichman yang dipublikasikan di Walla, memperkirakan bahwa perang selama satu bulan akan merugikan Israel sebesar 40 miliar shekel (USD11,76 miliar).
Kerusakan properti di wilayah pedalaman Israel, termasuk rumah, mobil, dan barang-barang pribadi, saat ini diperkirakan mencapai tiga miliar shekel (sekitar USD810 juta). Ini belum termasuk kerugian tidak langsung seperti kompensasi perusahaan (sekitar lima miliar shekel) dan dampak terhadap PDB negara tersebut.
Harian bisnis Israel; Calcalist, melaporkan bahwa pemerintah telah menghabiskan sekitar USD5 miliar, sekitar USD725 juta per hari, untuk operasi ofensif terhadap Iran dan tindakan defensif untuk mencegat rudal dan pesawat nirawak Teheran. Kompensasi saja diperkirakan akan menelan biaya sedikitnya lima miliar shekel (USD1,5 miliar).
Pasar kini memperkirakan defisit fiskal pemerintah akan melebihi enam persen dari PDB tahun ini, melampaui batas 4,9 persen yang ditetapkan oleh kementerian keuangan.
Marker melaporkan pada hari Senin bahwa kerusakan langsung dari serangan rudal Iran telah melampaui lima miliar shekel (USD1,5 miliar).
Israel juga menghabiskan miliaran lebih banyak untuk mencoba mempertahankan diri dari rentetan rudal dan pesawat nirawak berskala besar yang diluncurkan oleh Iran. Serangan-serangan ini mengganggu pasokan energi dan bahan bakar di seluruh Israel dan menyebabkan pukulan besar bagi pasar modal negara itu, termasuk serangan langsung terhadap gedung Bursa Efek Tel Aviv.
Beberapa ekonom memperingatkan bahwa jika perang terus berlanjut, Israel mungkin menghadapi keruntuhan ekonomi skala penuh.
Menurut Financial Express, Israel menghabiskan sekitar USD5 miliar pada minggu pertama serangan terhadap Iran, dengan USD593 juta dihabiskan untuk serangan ofensif dan USD132 juta untuk pertahanan dan mobilisasi militer setiap hari.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa sistem pertahanan rudal Israel sendiri menghabiskan biaya antara USD10 juta dan USD200 juta per hari untuk beroperasi.
Nasser Abdel Karim, seorang profesor keuangan di Universitas Amerika di Palestina, mengatakan kepada Anadolu bahwa perang tersebut tidak hanya memengaruhi anggaran militer Israel tetapi juga kapasitas produksinya secara keseluruhan. Dia memperkirakan total kerugian langsung dan tidak langsung yang terkait dengan perang dapat mencapai USD20 miliar.
Lihat Juga :