Balas Dendam, Iran Serang Pangkalan Udara AS di Qatar

Selasa, 24 Juni 2025 - 06:48 WIB
Trump kemudian menepis serangan itu sebagai "respons yang sangat lemah" tetapi dalam sebuah posting di platform daring miliknya sendiri, Truth Social, dia berterima kasih kepada Iran karena telah memperingatkan serangan yang akan datang, dengan mengatakan: "Yang terpenting, mereka telah mengeluarkan semuanya dari sistem mereka, dan mudah-mudahan, tidak akan ada lagi kebencian...Mungkin Iran sekarang dapat melanjutkan menuju perdamaian dan harmoni di kawasan, dan saya akan dengan antusias mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama."

Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan perubahan rezim di Iran melalui unggahan media sosial. Belum ada tanggapan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelumnya pada hari Senin, Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Kremlin pada hari Senin, untuk membahas kemungkinan jalan keluar dari krisis.

Selama pertemuan itu, Putin menggambarkan serangan AS dan Israel terhadap infrastruktur nuklir Iran sebagai "agresi yang tidak beralasan", yang tidak dapat dibenarkan. "Tindakan Israel dan AS adalah tidak sah dan melanggar norma-norma internasional," tegasnya.

Konflik di Timur Tengah semakin meningkat setelah keputusan Trump pada akhir pekan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Setelah mengumumkan serangan itu dalam sebuah posting di Truth Social, pemimpin AS itu berulang kali mendesak Teheran untuk tidak membalas dan terlibat dalam pembicaraan, dengan mengeklaim sekarang adalah "waktunya untuk perdamaian."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!