Balas Serangan AS, Parlemen Iran Dilaporkan Setuju Tutup Selat Hormuz
Senin, 23 Juni 2025 - 07:05 WIB
Sebelum serangan AS yang berlangsung pada hari Minggu dini hari WIB, Iran mengatakan akan menutup Selat Hormuz sebagai cara untuk membalas musuh-musuhnya, kata seorang anggota Parlemen senior, meskipun anggota Parlemen kedua mengatakan ini hanya akan terjadi jika kepentingan vital Teheran terancam.
Iran sebelumnya mengancam akan menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas sebagai balasan atas tekanan Barat, dan sumber-sumber pengiriman mengatakan pada hari Rabu bahwa kapal-kapal komersial menghindari perairan Iran di sekitar selat tersebut.
"Iran memiliki banyak pilihan untuk menanggapi musuh-musuhnya dan menggunakan pilihan-pilihan tersebut berdasarkan situasi saat ini," tulis kantor Mehr mengutip Behnam Saeedi, seorang anggota presidium Komite Keamanan Nasional Parlemen.
"Menutup Selat Hormuz merupakan salah satu opsi potensial bagi Iran," katanya, yang dilansir Press TV, Senin (23/6/2025).
Kapal-kapal Maersk terus berlayar melalui Selat Hormuz tetapi perusahaan tersebut siap untuk mengevaluasi ulang hal ini berdasarkan informasi yang tersedia, kata grup tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
"Kami akan terus memantau risiko keamanan terhadap kapal-kapal kami di kawasan tersebut dan siap untuk mengambil tindakan operasional sebagaimana diperlukan," kata perusahaan pelayaran peti kemas Denmark tersebut.
Iran sebelumnya mengancam akan menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas sebagai balasan atas tekanan Barat, dan sumber-sumber pengiriman mengatakan pada hari Rabu bahwa kapal-kapal komersial menghindari perairan Iran di sekitar selat tersebut.
"Iran memiliki banyak pilihan untuk menanggapi musuh-musuhnya dan menggunakan pilihan-pilihan tersebut berdasarkan situasi saat ini," tulis kantor Mehr mengutip Behnam Saeedi, seorang anggota presidium Komite Keamanan Nasional Parlemen.
"Menutup Selat Hormuz merupakan salah satu opsi potensial bagi Iran," katanya, yang dilansir Press TV, Senin (23/6/2025).
Kapal-kapal Maersk terus berlayar melalui Selat Hormuz tetapi perusahaan tersebut siap untuk mengevaluasi ulang hal ini berdasarkan informasi yang tersedia, kata grup tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
"Kami akan terus memantau risiko keamanan terhadap kapal-kapal kami di kawasan tersebut dan siap untuk mengambil tindakan operasional sebagaimana diperlukan," kata perusahaan pelayaran peti kemas Denmark tersebut.
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Ini Reaksi Amerika
Lihat Juga :