Iron Dome Diduga Diretas, Rudalnya Malah Berbalik Hantam Israel Sendiri

Selasa, 17 Juni 2025 - 15:31 WIB
Sebelumnya pada hari Senin, Direktorat Siber Nasional Israel mengakui adanya serangan siber di mana warga sipil menerima peringatan darurat palsu yang memberi tahu mereka untuk menghindari tempat perlindungan bom umum, yang semakin memperparah kekacauan di negara Yahudi tersebut.

Pasukan Iran dan Israel, yang dimulai sejak Jumat lalu, telah memasuki hari kelima. Di pihak Iran lebih dari 200 orang tewas. Sedangkan di pihak Israel lebih dari 20 orang tewas.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah pesan yang tidak menyenangkan di situs media sosialnya pada Senin malam yang menyerukan semua orang untuk meninggalkan Teheran sesegera mungkin.

“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” tulis Trump, seraya menambahkan, “Semua orang harus segera mengungsi dari Teheran!”

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan di media sosial tak lama setelah unggahan Trump bahwa dia kembali dari KTT G7 di Kanada sehari lebih awal karena konflik Iran-Israel yang semakin memanas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan Israel telah menghambat program nuklir Iran dalam waktu yang sangat lama. Dia mengeklaim berhubungan dengan Trump setiap hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!