Perang Pecah, Israel Bombardir Rumah Pejabat Militer dan Politik Iran
Jum'at, 13 Juni 2025 - 08:12 WIB
Baca Juga: Perang Israel-Iran Pecah, Zionis Umumkan Keadaan Darurat Seluruh Negeri
Sehari sebelumnya, para pejabat Amerika Serikat (AS) telah diberi tahu bahwa Israel sepenuhnya siap untuk meluncurkan operasi militer ke Iran. Pemberitahuan itulah yang menjadi alasan Washington mengevakuasi para staf kedutaannya dari negara-negara di Timur Tengah.
Pemerintah AS pada hari Rabu juga telah meminta para warganya untuk meninggalkan wilayah Timur Tengah, terutama Irak.
Departemen Luar Negeri memerintahkan pejabat pemerintah yang tidak dalam keadaan darurat untuk meninggalkan Irak karena meningkatnya ketegangan regional.
Seorang pejabat pertahanan Amerika mengatakan kepada CBS News, Kamis (12/6/2025), bahwa Pentagon telah mengizinkan anggota keluarga militer untuk secara sukarela meninggalkan lokasi di seluruh Timur Tengah.
Utusan Timur Tengah Presiden Trump Steve Witkoff masih berencana untuk bertemu dengan perwakilan Iran untuk putaran keenam pembicaraan tentang program nuklir Teheran dalam beberapa hari mendatang, kata dua pejabat AS.
Trump telah berbicara tentang Iran saat tampil di Kennedy Center pada hari Rabu, memberi tahu wartawan bahwa warga Amerika disarankan untuk meninggalkan wilayah Timur Tengah. "Karena itu bisa menjadi tempat yang berbahaya, dan kita akan lihat apa yang terjadi," katanya.
Trump juga menegaskan kembali bahwa AS tidak ingin Iran mengembangkan senjata nuklir, dengan mengatakan: "Kami tidak akan mengizinkannya."
Ketika ditanya di Gedung Putih mengapa tanggungan personel militer diizinkan untuk secara sukarela meninggalkan wilayah itu, Trump berkata, "Anda harus melihatnya sendiri."
Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa jika perundingan nuklir gagal. "Dan konflik dipaksakan kepada kami, Korps Garda Revolusi Islam akan menargetkan seluruh pangkalan AS di negara tuan rumah," ujarnya.
Organisasi Perdagangan Maritim Inggris pada hari Rabu menyarankan kapal-kapal untuk berhati-hati di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman—tiga jalur air utama untuk perdagangan minyak global—karena meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut yang dapat menyebabkan eskalasi aktivitas militer.
Sehari sebelumnya, para pejabat Amerika Serikat (AS) telah diberi tahu bahwa Israel sepenuhnya siap untuk meluncurkan operasi militer ke Iran. Pemberitahuan itulah yang menjadi alasan Washington mengevakuasi para staf kedutaannya dari negara-negara di Timur Tengah.
Pemerintah AS pada hari Rabu juga telah meminta para warganya untuk meninggalkan wilayah Timur Tengah, terutama Irak.
Departemen Luar Negeri memerintahkan pejabat pemerintah yang tidak dalam keadaan darurat untuk meninggalkan Irak karena meningkatnya ketegangan regional.
Seorang pejabat pertahanan Amerika mengatakan kepada CBS News, Kamis (12/6/2025), bahwa Pentagon telah mengizinkan anggota keluarga militer untuk secara sukarela meninggalkan lokasi di seluruh Timur Tengah.
Utusan Timur Tengah Presiden Trump Steve Witkoff masih berencana untuk bertemu dengan perwakilan Iran untuk putaran keenam pembicaraan tentang program nuklir Teheran dalam beberapa hari mendatang, kata dua pejabat AS.
Trump telah berbicara tentang Iran saat tampil di Kennedy Center pada hari Rabu, memberi tahu wartawan bahwa warga Amerika disarankan untuk meninggalkan wilayah Timur Tengah. "Karena itu bisa menjadi tempat yang berbahaya, dan kita akan lihat apa yang terjadi," katanya.
Trump juga menegaskan kembali bahwa AS tidak ingin Iran mengembangkan senjata nuklir, dengan mengatakan: "Kami tidak akan mengizinkannya."
Ketika ditanya di Gedung Putih mengapa tanggungan personel militer diizinkan untuk secara sukarela meninggalkan wilayah itu, Trump berkata, "Anda harus melihatnya sendiri."
Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa jika perundingan nuklir gagal. "Dan konflik dipaksakan kepada kami, Korps Garda Revolusi Islam akan menargetkan seluruh pangkalan AS di negara tuan rumah," ujarnya.
Organisasi Perdagangan Maritim Inggris pada hari Rabu menyarankan kapal-kapal untuk berhati-hati di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman—tiga jalur air utama untuk perdagangan minyak global—karena meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut yang dapat menyebabkan eskalasi aktivitas militer.
Lihat Juga :