9 Momen KekhilafanTerburuk dalam Sejarah Manusia, dari Titanic hingga Chernobyl

Senin, 09 Juni 2025 - 04:40 WIB
Pada bulan April 1986, sekelompok teknisi melakukan percobaan pada salah satu dari empat reaktor yang ditempatkan di stasiun tenaga nuklir Chernobyl di dekat kota Pripyat, Ukraina. Percobaan itu dirancang dengan buruk dan mengakibatkan ledakan dahsyat yang melepaskan bahan radioaktif ke atmosfer.

Pemerintah Soviet berusaha menutupi kesalahan mereka, tetapi upaya ini terbukti sia-sia karena bahan kimia menyebar hingga ke Prancis. Diperkirakan 200.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka; mereka yang tetap tinggal, termasuk ternak, menderita penyakit terkait radiasi.

Tidak ada statistik korban resmi, tetapi diasumsikan bahwa sekitar 125.000 anggota tim pembersihan telah meninggal pada tahun 2005. Pada tahun itu, PBB memperkirakan bahwa 4.000 lainnya mungkin akan meninggal. Bencana Chernobyl dianggap sebagai kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah.

8. Mars Climate Orbiter (1999)

Melansir World Atlas, Pada bulan Desember 1998, Mars Climate Orbiter (MCO) diluncurkan dengan tujuan untuk mempelajari iklim dan atmosfer planet tersebut, di antaranya. Setelah hampir sepuluh bulan perjalanan luar angkasa, MCO memasuki lintasan yang membawanya terlalu dekat dengan Mars, yang akhirnya hancur saat memasuki atmosfer.

Setelah menyelidiki penyebab kehancurannya, para ilmuwan menemukan bahwa tim di Jet Propulsion Laboratory telah menggunakan sistem metrik dalam perhitungannya, sementara perusahaan yang membangun pesawat ruang angkasa tersebut, Lockheed Martin Astronautics, menggunakan sistem imperial. Kesalahan yang dapat dihindari tersebut merugikan NASA sekitar $125 juta.

9. Pesawat ulang-alik Columbia (2003)

Setelah tertunda delapan belas kali, pesawat ulang-alik Columbia diluncurkan pada 16 Januari 2003. Dalam dua menit pertama setelah lepas landas, sepotong busa isolasi terlepas dari tangki eksternal pesawat ulang-alik dan menghantam sayap kiri.

Beberapa teknisi NASA tidak menganggapnya sebagai masalah besar, sementara yang lain ingin menggunakan kamera berbasis darat untuk memeriksa kerusakan pada pesawat ulang-alik yang mengorbit. Pada akhirnya, insiden busa tersebut hampir terlupakan dan karenanya, pada 1 Februari, pesawat ulang-alik Columbia memulai perjalanan pulang.

Akibatnya, pesawat tersebut hancur saat memasuki atmosfer, menewaskan ketujuh awaknya. Akibatnya, NASA dikritik secara luas karena gagal mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!