Donald Trump dan Elon Musk Saling Ancam, Program Luar Angkasa AS dalam Bahaya

Jum'at, 06 Juni 2025 - 14:14 WIB
"Cara termudah untuk menghemat uang dalam anggaran kita, miliaran dan miliaran dolar, adalah dengan menghentikan subsidi dan kontrak pemerintah Elon," tulis Trump di Truth Social, dengan alasan bahwa satu-satunya alasan CEO Tesla "menjadi gila" tentang RUU tersebut adalah karena RUU itu akan memotong kredit pajak bagi pembeli kendaraan listriknya.

Elon Musk langsung merespons komentar Trump beberapa menit kemudian. "Mengingat pernyataan Presiden tentang pembatalan kontrak pemerintah saya, @SpaceX akan segera mulai menonaktifkan wahana antariksa Dragon-nya," tulis Musk di X, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (6/6/2025).

Beberapa jam kemudian, miliarder itu tampaknya menarik kembali ancamannya, setelah seorang pengguna X mendesak Musk untuk tenang dan mundur sejenak selama beberapa hari, dengan menyatakan bahwa dia dan Trump "lebih baik dari ini".

"Saran yang bagus. Oke, kami tidak akan menonaktifkan Dragon," jawab Musk dalam posting lanjutan. Namun, tidak seperti pernyataan aslinya, pembalikan itu tidak terlihat di linimasa publiknya.

Masih belum jelas apakah Musk benar-benar bermaksud menghentikan operasi pesawat antariksa tersebut, sebuah langkah yang akan melumpuhkan program antariksa AS secara signifikan.

Kapsul Crew Dragon milik SpaceX adalah satu-satunya pesawat antariksa AS yang saat ini tersertifikasi dan mampu mengirim astronaut Amerika ke luar angkasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!