AS dan UE Pecah, Perang Ukraina bisa Lebih Lama dan Makin Brutal

Selasa, 03 Juni 2025 - 21:10 WIB
"Tindakan militer yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir menandakan perang akan berlangsung lebih lama dan lebih brutal," ujar Orban dalam posting media sosial pada hari Senin.

Ia mengklaim perpecahan dalam NATO memperburuk situasi, karena Presiden AS Donald Trump mendorong perdamaian sementara "para pendukung perang" UE ingin konflik terus berlanjut.

"Kita harus menghadapi kenyataan persatuan transatlantik telah terpecah," papar Orban, dengan alasan "tidak pernah ada jurang pemisah seperti itu" antara kekuatan pro-perdamaian dan pro-perang dalam blok militer.

Orban mengatakan Hongaria menolak pendekatan militeristik UE dan akan "tetap berada di pihak perdamaian," bahkan jika ini mengarah pada "debat yang lebih keras dengan para birokrat Brussels, yang berniat melanjutkan perang."

Hongaria telah berulang kali berselisih dengan Brussels mengenai kebijakan Ukraina oleh UE. Orban telah mengutuk dukungan senjata dan keuangan blok tersebut untuk Kiev, dan telah mempromosikan upaya perdamaian independen.

Ia juga telah menyuarakan dukungan kuat pada upaya Trump untuk memediasi antara Kiev dan Moskow.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!