Putin Bungkam Meski 41 Pesawat Rusia, Termasuk Bomber Nuklir, Diserang Ukraina

Selasa, 03 Juni 2025 - 08:41 WIB
Analis Max Boot dari The Washington Post juga membuat perbandingan dalam opini yang mengatakan "komando tinggi Rusia pasti sama terkejutnya dengan Amerika pada tahun 1941."

Para blogger militer pro-Rusia dan beberapa pejabat menyalahkan kepemimpinan Rusia karena gagal melindungi infrastruktur militer sejauh Irkutsk di Siberia dalam serangan yang memberikan kudeta PR (public relation) yang mencengangkan bagi Kyiv yang juga berisiko meningkat saat pembicaraan damai yang buntu dimulai kembali pada hari Senin.

Operasi "Jaring Laba-laba" Ukraina dilaporkan telah direncanakan selama 18 bulan. Sumber SBU mengatakan serangan pesawat nirawak first-person view (FPV) menghantam Pangkalan Udara Belaya di Oblast Irkutsk—2.500 mil jauhnya dari garis depan di Ukraina.

Yang juga menjadi sasaran adalah Pangkalan Udara Olenya di Oblast Murmansk, Pangkalan Udara Dyagilevo di Oblast Ryazan, dan Pangkalan Udara Ivanovo di Oblast Ivanovo.

Sumber SBU mengatakan 41 pesawat Rusia terkena serangan, termasuk pesawat peringatan dini dan kontrol udara A-50 dan pesawat pengebom strategis Tupolev Tu-95 dan Tu-22M3 yang digunakan untuk meluncurkan rudal jelajah ke Ukraina dan juga mampu membawa bom nuklir.

Drone-drone Ukraina tersebut telah diangkut ke Rusia, disimpan di truk pengangkut unit kargo dengan atap yang dapat dibuka yang diparkir di dekat pangkalan udara dan diluncurkan dari jarak jauh.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan 117 pesawat nirawak telah menghancurkan lebih dari sepertiga (34 persen) armada pesawat strategis Rusia.

Giles, yang menjadi konsultan senior dari Program Rusia dan Eurasia di Chatham House, mengatakan bahwa setelah serangan tersebut, Rusia akan kembali menekankan risiko eskalasi yang tidak terkendali dalam pesannya ke Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!