Sindir Trump, Pidato Presiden Universitas Harvard Alan Garber Disambut Tepuk Tangan Meriah
Jum'at, 30 Mei 2025 - 09:57 WIB
Penolakan Universitas Harvard untuk mengikuti serangkaian langkah pembalasan, termasuk pencabutan sertifikasi Program Mahasiswa dan Pengunjung Pertukaran (SEVP). Pada 23 Mei, seorang hakim federal mengeluarkan putusan dengan memblokir langkah tersebut untuk sementara.
Hanya empat hari kemudian, Presiden Trump memerintahkan penangguhan semua kontrak penelitian federal dengan Universitas Harvard.
Menyebut tindakan Trump itu "membingungkan", Graber menyatakan: "Kita perlu tetap teguh dalam komitmen kita terhadap apa yang kita perjuangkan. Dan yang kita perjuangkan, saya yakin saya berbicara atas nama universitas lain, adalah pendidikan, pengejaran kebenaran, membantu mendidik orang untuk masa depan yang lebih baik."
Garber lebih lanjut mengatakan bahwa pemutusan kontrak akan merugikan kepentingan nasional AS.
"Mengapa memotong dana penelitian? Tentu, itu merugikan Harvard, tetapi [juga] merugikan negara," katanya. "Dana penelitian bukanlah hadiah...itu adalah pekerjaan yang ingin mereka lakukan," imbuh dia.
Peneliti hak asasi manusia Yaqiu Wang menyampaikan kekhawatiran serupa kepada Reuters, Jumat (30/5/2025), atas pembatasan yang luas.
"Tindakan seperti itu dapat membahayakan hak dan mata pencaharian mahasiswa China dan melemahkan posisi AS sebagai pemimpin global dalam inovasi ilmiah," ujarnya.
Hanya empat hari kemudian, Presiden Trump memerintahkan penangguhan semua kontrak penelitian federal dengan Universitas Harvard.
Menyebut tindakan Trump itu "membingungkan", Graber menyatakan: "Kita perlu tetap teguh dalam komitmen kita terhadap apa yang kita perjuangkan. Dan yang kita perjuangkan, saya yakin saya berbicara atas nama universitas lain, adalah pendidikan, pengejaran kebenaran, membantu mendidik orang untuk masa depan yang lebih baik."
Garber lebih lanjut mengatakan bahwa pemutusan kontrak akan merugikan kepentingan nasional AS.
"Mengapa memotong dana penelitian? Tentu, itu merugikan Harvard, tetapi [juga] merugikan negara," katanya. "Dana penelitian bukanlah hadiah...itu adalah pekerjaan yang ingin mereka lakukan," imbuh dia.
Peneliti hak asasi manusia Yaqiu Wang menyampaikan kekhawatiran serupa kepada Reuters, Jumat (30/5/2025), atas pembatasan yang luas.
"Tindakan seperti itu dapat membahayakan hak dan mata pencaharian mahasiswa China dan melemahkan posisi AS sebagai pemimpin global dalam inovasi ilmiah," ujarnya.
Lihat Juga :