Pertukaran Tahanan Digelar, Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina

Sabtu, 24 Mei 2025 - 22:31 WIB
Anggota parlemen Ukraina Kira Rudik mengatakan kepada CNN bahwa dia menghabiskan malam dengan bersembunyi "di bawah tangga" di Kyiv selama pemboman yang terjadi pada malam hari. "Itu mengerikan, sejujurnya terasa seperti kiamat, ledakan terjadi di mana-mana," katanya.

Serangan malam hari itu terjadi setelah Rusia dan Ukraina menyelesaikan tahap pertama dari apa yang diharapkan menjadi pertukaran tahanan terbesar sejak dimulainya perang.

Baca Juga: Putri PM Anwar Ibrahim Resmi Jadi Pewaris Tahta PKR

Lebih dari 600 prajurit Rusia dan Ukraina dibebaskan pada hari Sabtu sebagai bagian dari tahap kedua dari pertukaran tahanan yang disepakati.

Video yang dirilis oleh Pusat Koordinasi Ukraina untuk Perawatan Tahanan Perang menunjukkan ratusan pria yang dibebaskan, sebagian besar dengan kepala dicukur dan berbalut bendera Ukraina, saling berpelukan dan menelepon orang yang mereka cintai.

Hampir 800 orang dibebaskan pada hari Jumat selama tahap pertama pertukaran.

Kesepakatan untuk membebaskan 1.000 tahanan di masing-masing pihak adalah satu-satunya hasil penting dari pertemuan antara Kyiv dan Moskow di Istanbul minggu lalu, yang menandai pertama kalinya kedua belah pihak bertemu secara langsung sejak invasi besar-besaran Rusia yang tidak beralasan ke Ukraina pada Februari 2022.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan bahwa pertahanan udara negara itu bekerja "tanpa henti" untuk menangkis serangan udara Rusia dalam semalam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!