Protes Serangan Israel, Pemerintah Kota di Spanyol Ini Berani Tutup Kantor Perdagangan di Tel Aviv

Kamis, 22 Mei 2025 - 00:55 WIB
Sebelumnya, Inggris, Prancis, dan Kanada telah mengancam akan melakukan "tindakan konkret" terhadap Israel jika Israel terus melakukan perluasan operasi militer yang "mengerikan" di Gaza.

Pada hari Selasa, PBB mengatakan tidak ada bantuan yang didistribusikan di Gaza dan bahwa 14.000 bayi berisiko meninggal dalam waktu 48 jam tanpa makanan dan suplemen yang dapat menyelamatkan nyawa.

Jumlah korban tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah melampaui 53.000.

Sementara itu, kelompok Madrid akan bersidang pada hari Minggu di ibu kota Spanyol dalam upaya untuk meningkatkan tekanan diplomatik pada Israel agar menghentikan serangan militernya di Jalur Gaza.

"Kami ingin memobilisasi suara Uni Eropa dan juga suara mereka yang berada di luar Uni Eropa di negara-negara Arab dan Islam," kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares dalam sebuah wawancara pada hari Selasa, seperti dilaporkan El Pais.

"Kita semua menginginkan hal yang sama: mengakhiri perang ini, mencegah Gaza menjadi kuburan massal, dan memutus blokade Israel terhadap bantuan kemanusiaan," katanya.

Baca Juga: Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?

Pembicaraan tingkat tinggi tersebut akan menjadi pertemuan resmi kelima Madrid Group, yang mencakup menteri dari Arab-Islamic Contact Group on Gaza serta beberapa negara Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!