Menlu Pakistan: Kita Sudah Bersabar, Defensif dan Tidak Provokatif

Sabtu, 10 Mei 2025 - 16:04 WIB
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS, Rubio menekankan kebutuhan mendesak bagi kedua negara untuk menempuh jalur diplomatik guna meredakan situasi. Ia menegaskan kembali kesediaan Washington untuk membantu memfasilitasi dialog yang konstruktif guna mencegah konflik lebih lanjut di kawasan tersebut.

Rubio menggarisbawahi bahwa stabilitas regional tetap menjadi prioritas utama bagi Amerika Serikat dan mendorong pengendalian diri serta komunikasi berkelanjutan antara kedua pemerintah.

Rubio juga berbicara dengan Wakil Perdana Menteri Dar untuk membahas situasi yang berkembang setelah serangan India baru-baru ini dan tanggapan Pakistan selanjutnya, menurut pernyataan dari Kantor Luar Negeri.

Di sisi lain, Angkatan Darat India mengakui menderita kerugian yang signifikan setelah serangkaian serangan rudal oleh Pakistan terhadap beberapa pangkalan udara dan instalasi militer India.

Dalam konferensi pers di New Delhi, juru bicara Angkatan Darat India mengonfirmasi bahwa Pakistan melancarkan serangan rudal berkecepatan tinggi terhadap pangkalan udara strategis yang terletak di Pathankot, Udhampur, Bhuj, dan Adampur. Juru bicara tersebut mengatakan serangan tersebut menyebabkan "kerusakan besar" pada infrastruktur dan peralatan, serta mengakibatkan "kerugian manusia dan material."

"Ini adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan terkoordinasi. Kami mengonfirmasi bahwa Pakistan menargetkan 26 instalasi kami, termasuk pangkalan udara garis depan," kata juru bicara tersebut, seraya menambahkan bahwa militer India telah "memperhatikan agresi tersebut" tetapi menegaskan kembali bahwa New Delhi tidak menginginkan eskalasi ketegangan.

Kolonel Sofia Qureshi dalam jumpa pers tersebut mengatakan India berkomitmen untuk menghentikan eskalasi lebih lanjut, asalkan Pakistan membalasnya. "India tidak ingin memperpanjang konflik ini. Jika Pakistan juga setuju untuk meredakan eskalasi, kami siap untuk mundur," katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!