Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Kenapa Kecanduan Global pada Brand Mewah Terus Meningkat?

Selasa, 06 Mei 2025 - 03:50 WIB
LVMH, konglomerat mewah terbesar di dunia, adalah contoh yang mencolok.

Pada tahun 2005, perusahaan melaporkan pendapatan lebih dari $15 miliar. Pada tahun 2023, angka ini telah melonjak menjadi lebih dari USD97,4 miliar—peningkatan lebih dari 500 persen—dengan kapitalisasi pasarnya melampaui USD453 miliar.

Pertumbuhan eksplosif ini bukan sekadar kemenangan finansial; hal itu mencerminkan pergeseran budaya yang lebih dalam dalam cara kemewahan dipersepsikan dan dikonsumsi, kata Gerber.

3. Sumber Validasi Pribadi

Ketergantungan psikologis yang semakin besar pada identitas merek sebagai sumber validasi pribadi merupakan pendorong utama pertumbuhan itu, imbuhnya.

Kemewahan telah bergeser dari sekadar pemanjaan sesekali menjadi aspirasi gaya hidup yang konstan—yang sering kali disamarkan sebagai kesuksesan tetapi sangat terkait dengan pelarian emosional.

Sistem dopamin otak, yang berevolusi untuk mendukung kelangsungan hidup dengan mendorong motivasi, dibajak oleh antisipasi kemewahan yang konstan.

“Dopamin bukan tentang kesenangan, melainkan tentang pengejaran. Pembelian pertama memang menggairahkan, tetapi segera, dibutuhkan lebih banyak lagi untuk merasakan hal yang sama. Siklus itu adalah kecanduan klasik,” kata CEO dan Pendiri Paracelsus Recovery.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!