Langka, Pesawat Turki Kerjai Jet Tempur Israel saat Bombardir Suriah

Minggu, 04 Mei 2025 - 10:47 WIB
Namun, sebagian besar komunitas Druze Suriah telah menjauhkan diri dari Israel dan pada hari Jumat, sebuah serangan udara Israel di provinsi Suwayda di Suriah selatan menewaskan empat warga Druze.

Banyak yang percaya Israel berupaya mengacaukan Suriah dengan mengobarkan dan mengeksploitasi ketegangan sektarian yang ada. Israel telah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memecah belah Suriah berdasarkan garis etnis dan sektarian.

Namun, para pemimpin Druze baru-baru ini merilis sebuah video yang menegaskan kesetiaan mereka kepada negara Suriah yang bersatu dan menolak seruan untuk perpecahan atau pemisahan diri.

Momentum ini sangat penting, di mana ketegangan yang baru-baru ini berkobar di pinggiran kota Damaskus yang dihuni oleh Druze setelah sebuah rekaman audio muncul yang mengaku berisi pernyataan ofensif oleh seorang anggota komunitas Druze tentang Nabi Muhammad SAW.

Rekaman tersebut diyakini dibuat-buat tetapi menyebabkan bentrokan mematikan antara milisi bersenjata Sunni dan Druze di pinggiran kota Damaskus; Ashrafieh Sahnaya dan Jaramana, dengan pemerintah Suriah berupaya memulihkan ketertiban.

Turki telah memposisikan dirinya sebagai pendukung utama pemerintah Suriah dan telah mengisyaratkan minat untuk mengerahkan pasukan dan pertahanan udara ke lokasi-lokasi strategis seperti pangkalan udara T4 dan Hama, yang keduanya telah menjadi sasaran serangan Israel sebelumnya.

Bagi Israel, meningkatnya kehadiran Turki dipandang sebagai tantangan langsung terhadap kampanye jangka panjangnya untuk merebut tanah dan menguasai sebagian wilayah Suriah setelah jatuhnya rezim Presiden Bashar al-Assad.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!