Korea Utara Luncurkan Kapal Perang 5.000 Ton Bersenjata Paling Kuat, Kim Jong-un Bicara Nuklir
Minggu, 27 April 2025 - 06:39 WIB
Saat itu, Kim Jong-un menyerukan modernisasi Angkatan Laut permukaan dan bawah laut negara itu, termasuk pengembangan kapal perang.
Washington, sekutu keamanan utama Seoul, dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan latihan militer gabungan dan meningkatkan kehadiran aset strategis Amerika Serikat, seperti kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir, di sekitar Semenanjung Korea untuk menghalau Korea Utara.
Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara bersenjata nuklir yang statusnya "tidak dapat diubah" dan secara rutin mengecam latihan gabungan AS-Korea Selatan sebagai latihan untuk invasi.
Presiden AS Donald Trump, yang bertemu Kim Jong-un tiga kali selama pemerintahan pertamanya, mengatakan bulan ini bahwa dia berkomunikasi dengan Kim Jong-un dan bermaksud untuk "melakukan sesuatu pada suatu saat", menurut laporan kantor berita Yonhap di Seoul.
Pertemuan puncak antara keduanya di Hanoi gagal pada tahun 2019 karena pembicaraan tentang keringanan sanksi dan apa yang bersedia diberikan Pyongyang sebagai imbalannya.
"Peluncuran kapal tersebut tampaknya berisi maksud untuk menegaskan kembali posisi bahwa Kim Jong-un tidak mungkin menghentikan program nuklir," kata Yang Moo-jin, presiden Universitas Studi Korea Utara di Seoul, kepada AFP, yang dilansir Minggu (27/4/2025).
"Kim Jong-un juga tampaknya memberikan prasyarat bagi kemungkinan negosiasi Korea Utara-AS di masa mendatang," imbuh Yang.
Washington, sekutu keamanan utama Seoul, dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan latihan militer gabungan dan meningkatkan kehadiran aset strategis Amerika Serikat, seperti kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir, di sekitar Semenanjung Korea untuk menghalau Korea Utara.
Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara bersenjata nuklir yang statusnya "tidak dapat diubah" dan secara rutin mengecam latihan gabungan AS-Korea Selatan sebagai latihan untuk invasi.
Presiden AS Donald Trump, yang bertemu Kim Jong-un tiga kali selama pemerintahan pertamanya, mengatakan bulan ini bahwa dia berkomunikasi dengan Kim Jong-un dan bermaksud untuk "melakukan sesuatu pada suatu saat", menurut laporan kantor berita Yonhap di Seoul.
Pertemuan puncak antara keduanya di Hanoi gagal pada tahun 2019 karena pembicaraan tentang keringanan sanksi dan apa yang bersedia diberikan Pyongyang sebagai imbalannya.
"Peluncuran kapal tersebut tampaknya berisi maksud untuk menegaskan kembali posisi bahwa Kim Jong-un tidak mungkin menghentikan program nuklir," kata Yang Moo-jin, presiden Universitas Studi Korea Utara di Seoul, kepada AFP, yang dilansir Minggu (27/4/2025).
"Kim Jong-un juga tampaknya memberikan prasyarat bagi kemungkinan negosiasi Korea Utara-AS di masa mendatang," imbuh Yang.
(mas)
Lihat Juga :