Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Rabu, 23 April 2025 - 15:43 WIB
Salah satu momen penting dalam latihan tersebut adalah simulasi konvoi rudal oleh para personel Angkatan Udara AS, yang digelar pada 11 April.
Gambar resmi menunjukkan rudal sedang diangkut sebagai bagian dari pengujian kesiapan tempur. Diketahui, setiap pesawat B-52H Stratofortress dapat membawa hingga 20 rudal jelajah AGM-86B yang dilengkapi hulu ledak nuklir.
Selain itu, unit Skuadron Operasi Strategis ke-625 (625th Strategic Operations Squadron) menggelar uji coba "Simulated Electronic Launch Minuteman" di Pangkalan Angkatan Udara Offutt, Nebraska, pada 9 April.
Uji ini, dikenal dengan nama sandi "Giant Pace", merupakan tes sistem peluncuran alternatif berbasis udara menggunakan pesawat komando strategis E-6B Mercury.
Sistem ini memungkinkan peluncuran rudal balistik antarbenua Minuteman III jika pusat komando darat lumpuh akibat serangan. “Sistem kontrol berbasis udara ini menjamin kelangsungan kendali nuklir AS menghadapi ancaman tak terduga,” bunyi rilis resmi Angkatan Udara AS yang dikutip Newsweek, Rabu (23/4/2025).
Sekadar informasi, dari total 76 unit B-52H yang aktif, hanya 46 yang dapat dilengkapi rudal jelajah nuklir. Sementara itu, 400 rudal Minuteman III siap siaga dalam silo bawah tanah yang tersebar di Colorado, Nebraska, Wyoming, North Dakota, dan Montana.
Gambar resmi menunjukkan rudal sedang diangkut sebagai bagian dari pengujian kesiapan tempur. Diketahui, setiap pesawat B-52H Stratofortress dapat membawa hingga 20 rudal jelajah AGM-86B yang dilengkapi hulu ledak nuklir.
Selain itu, unit Skuadron Operasi Strategis ke-625 (625th Strategic Operations Squadron) menggelar uji coba "Simulated Electronic Launch Minuteman" di Pangkalan Angkatan Udara Offutt, Nebraska, pada 9 April.
Uji ini, dikenal dengan nama sandi "Giant Pace", merupakan tes sistem peluncuran alternatif berbasis udara menggunakan pesawat komando strategis E-6B Mercury.
Sistem ini memungkinkan peluncuran rudal balistik antarbenua Minuteman III jika pusat komando darat lumpuh akibat serangan. “Sistem kontrol berbasis udara ini menjamin kelangsungan kendali nuklir AS menghadapi ancaman tak terduga,” bunyi rilis resmi Angkatan Udara AS yang dikutip Newsweek, Rabu (23/4/2025).
Sekadar informasi, dari total 76 unit B-52H yang aktif, hanya 46 yang dapat dilengkapi rudal jelajah nuklir. Sementara itu, 400 rudal Minuteman III siap siaga dalam silo bawah tanah yang tersebar di Colorado, Nebraska, Wyoming, North Dakota, dan Montana.
Lihat Juga :