China kepada AS: Berhenti Mengancam dan Memeras!
Kamis, 17 April 2025 - 09:58 WIB
Pada hari Selasa, Gedung Putih memperingatkan bahwa impor China ke AS dapat dikenakan tarif setinggi 245%, dan mengeklaim bahwa keputusan ada di tangan China.
"Jika Amerika Serikat benar-benar ingin menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi, mereka harus menghentikan tekanan ekstrem, berhenti mengancam dan memeras," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian kepada wartawan pada hari Rabu, yang dilansir RT, Kamis (17/4/2024).
Diplomat itu menegaskan kembali bahwa perang tarif diprakarsai oleh AS dan menyatakan bahwa tanggapan China ditujukan untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah.
Pembalasan Beijing mencakup kenaikan tarif menjadi 125% untuk semua impor Amerika, penangguhan pengiriman global logam tanah jarang dan magnet yang digunakan dalam industri teknologi dan militer.
Selain itu, Beijing memerintahkan maskapai penerbangan China untuk berhenti menerima jet Boeing dan suku cadangnya, menurut laporan Bloomberg.
"Jika Amerika Serikat benar-benar ingin menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi, mereka harus menghentikan tekanan ekstrem, berhenti mengancam dan memeras," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian kepada wartawan pada hari Rabu, yang dilansir RT, Kamis (17/4/2024).
Diplomat itu menegaskan kembali bahwa perang tarif diprakarsai oleh AS dan menyatakan bahwa tanggapan China ditujukan untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah.
Pembalasan Beijing mencakup kenaikan tarif menjadi 125% untuk semua impor Amerika, penangguhan pengiriman global logam tanah jarang dan magnet yang digunakan dalam industri teknologi dan militer.
Selain itu, Beijing memerintahkan maskapai penerbangan China untuk berhenti menerima jet Boeing dan suku cadangnya, menurut laporan Bloomberg.
Lihat Juga :