AS Akan Batalkan Hampir Semua Pendanaan untuk NATO, Aliansi Militer Itu Akan Bubar?
Rabu, 16 April 2025 - 18:35 WIB
Menanggapi pertanyaan tentang rencana yang dilaporkan untuk memangkas dana NATO, juru bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce menegaskan bahwa AS tetap berkomitmen penuh pada blok militer tersebut. Namun, ia menekankan bahwa Washington tidak melihat NATO sebagai alat untuk berperang, melainkan sebagai pencegah.
"Kami ingin memastikan... bahwa negara-negara di NATO benar-benar dapat melaksanakan misi NATO, yaitu menjadi pencegah. NATO bukan untuk membantu perang atau membantu memeranginya... NATO dimaksudkan sebagai kumpulan entitas yang akan menghentikan pelaku kejahatan melakukan hal yang buruk," katanya.
Baca Juga: 9 Aturan Aneh Putri Leonor sebagai Penerus Takhta Kerajaan Spanyol
Pemerintahan Trump telah berulang kali mendesak anggota NATO untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka, dengan alasan bahwa AS menanggung beban yang tidak proporsional. Trump telah memperingatkan bahwa AS mungkin tidak akan membela anggota NATO yang gagal memenuhi target anggaran.
Pada hari Senin, Wakil Presiden J.D. Vance mengatakan Eropa tidak dapat tetap menjadi "pengikut keamanan permanen" AS, dengan alasan bahwa situasi saat ini tidak menguntungkan Amerika maupun negara-negara Eropa.
"Kami ingin memastikan... bahwa negara-negara di NATO benar-benar dapat melaksanakan misi NATO, yaitu menjadi pencegah. NATO bukan untuk membantu perang atau membantu memeranginya... NATO dimaksudkan sebagai kumpulan entitas yang akan menghentikan pelaku kejahatan melakukan hal yang buruk," katanya.
Baca Juga: 9 Aturan Aneh Putri Leonor sebagai Penerus Takhta Kerajaan Spanyol
Pemerintahan Trump telah berulang kali mendesak anggota NATO untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka, dengan alasan bahwa AS menanggung beban yang tidak proporsional. Trump telah memperingatkan bahwa AS mungkin tidak akan membela anggota NATO yang gagal memenuhi target anggaran.
Pada hari Senin, Wakil Presiden J.D. Vance mengatakan Eropa tidak dapat tetap menjadi "pengikut keamanan permanen" AS, dengan alasan bahwa situasi saat ini tidak menguntungkan Amerika maupun negara-negara Eropa.
(ahm)
Lihat Juga :