Bunuh 2 Wanita dan Simpan Jasadnya di Kulkas, Penjahat Seks Dibui Seumur Hidup

Sabtu, 05 September 2020 - 12:34 WIB
"Bagian dari polanya adalah menargetkan wanita rentan yang menjalani gaya hidup kacau."

Kedua wanita itu diketahui terkait dengan Younis pada minggu-minggu menjelang hilangnya mereka dan barang-barang pribadi milik keduanya ditemukan di dalam kediaman Younis.

Jejak darah Szucs ditemukan di karpet di dalam properti dan sidik jari milik Mustafa ditemukan di oven.

Pada persidangan, Younis menguraikan serangkaian peristiwa yang dia klaim menjelaskan mengapa dia tidak bersalah atas pembunuhan.

Dia mengatakan kepada hakim bahwa suatu hari dia pulang dan menemukan Szucs tewas di sofa. Dia mengaku panik dan menyembunyikan tubuhnya di freezer yang baru dibeli, dengan bantuan penjahat setempat.

Dia kemudian bersaksi bahwa penjahat yang sama dan pria lain membawa jenazah Mustafa ke rumahnya pada Mei 2018 dan menuntut dia menyembunyikan tubuh korban di freezer juga.

Tetapi hakim diberitahu bahwa salah satu pria yang diklaim oleh terdakwa terlibat tersebut sebenarnya berada di penjara pada saat kejadian.

Pengadilan mendengar bagaimana Younis membeli freezer seharga £169,99 secara tunai dari Curry's di Beckton pada sore hari ketika dia membunuh Szucs dengan tujuan tunggal, yakni untuk menyembunyikan tubuhnya.

Sidang pembunuhan mendengar bagaimana Younis adalah pelanggar seks terdaftar, yang dipenjara dua kali sebelumnya karena aktivitas seksual dengan seorang anak dan atas kekerasan terhadap gadis remaja secara terpisah setelah dia dibebaskan dari penjara untuk pertama kalinya.

Dia dipenjara pertama kali setelah menikah dengan seorang gadis berusia 14 tahun dalam sebuah upacara Islam di sebuah masjid di Walthamstow, London timur, pada tahun 2004.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!