Siapa Hamad bin Isa Al Khalifa? Raja Bahrain yang Bangun Gereja 9.000 Meter Persegi
Selasa, 01 April 2025 - 14:38 WIB
Pendidikan awal Raja Hamad dimulai di Bahrain, di mana ia menempuh pendidikan dasar dan menengah. Untuk pendidikan tinggi, ia melanjutkan studinya di Inggris, belajar di The Leys School di Cambridge.
Dia lalu menghadiri Royal Military Academy Sandhurst, lulus pada tahun 1972. Pendidikan militernya di Sandhurst membekalinya dengan keterampilan kepemimpinan dan strategi militer yang kemudian diterapkannya dalam karier militernya di Bahrain.
Setelah kembali ke Bahrain, Raja Hamad memainkan peran penting dalam pengembangan Angkatan Bersenjata Bahrain.
Ia menjabat sebagai Komandan Angkatan Pertahanan Bahrain dan berkontribusi dalam membangun kapasitas militer negara tersebut.
Pada 6 Maret 1999, setelah wafatnya ayahnya, Emir Isa bin Salman Al Khalifa, Hamad naik takhta sebagai Emir Bahrain.
Salah satu langkah pertamanya sebagai pemimpin adalah memperkenalkan reformasi politik yang bertujuan mentransformasi Bahrain menjadi monarki konstitusional.
Di bawah kepemimpinan Raja Hamad, Bahrain mengadakan referendum nasional yang menghasilkan adopsi Piagam Aksi Nasional.
Piagam ini memperkenalkan parlemen bikameral, yang terdiri dari Dewan Perwakilan yang dipilih secara langsung dan Dewan Syura yang ditunjuk.
Dia lalu menghadiri Royal Military Academy Sandhurst, lulus pada tahun 1972. Pendidikan militernya di Sandhurst membekalinya dengan keterampilan kepemimpinan dan strategi militer yang kemudian diterapkannya dalam karier militernya di Bahrain.
Setelah kembali ke Bahrain, Raja Hamad memainkan peran penting dalam pengembangan Angkatan Bersenjata Bahrain.
Ia menjabat sebagai Komandan Angkatan Pertahanan Bahrain dan berkontribusi dalam membangun kapasitas militer negara tersebut.
Pada 6 Maret 1999, setelah wafatnya ayahnya, Emir Isa bin Salman Al Khalifa, Hamad naik takhta sebagai Emir Bahrain.
Salah satu langkah pertamanya sebagai pemimpin adalah memperkenalkan reformasi politik yang bertujuan mentransformasi Bahrain menjadi monarki konstitusional.
Di bawah kepemimpinan Raja Hamad, Bahrain mengadakan referendum nasional yang menghasilkan adopsi Piagam Aksi Nasional.
Piagam ini memperkenalkan parlemen bikameral, yang terdiri dari Dewan Perwakilan yang dipilih secara langsung dan Dewan Syura yang ditunjuk.
Lihat Juga :