Heboh, Menhan AS Pete Hegseth Pamer Tato Bertuliskan Kafir

Jum'at, 28 Maret 2025 - 10:11 WIB
Pada tahun 2021, Hegseth dilarang menghadiri pelantikan Presiden Joe Biden saat itu karena tatonya, setelah petugas penegak hukum memindahkan 12 orang karena tindakan pencegahan keamanan.

Ketakutan akan insiden ekstremis tersebar luas selama periode itu, menyusul kerusuhan Capitol pada tanggal 6 Januari.

Hegseth membela tato tersebut, menyebutnya sebagai simbol iman Kristennya.

Menteri Pertahanan AS itu sebelumnya menjabat sebagai presenter televisi di Fox News, dan merupakan mantan anggota Garda Nasional Angkatan Darat, setelah bertempur dalam perang AS di Irak dan Afghanistan.

Sebelum diangkat sebagai Menteri Pertahanan, Hegseth menghadapi tuduhan pelecehan seksual, penyalahgunaan alkohol, dan salah urus keuangan.

Hegseth terlibat dalam skandal lain minggu ini, setelah seorang jurnalis dari The Atlantic secara tidak sengaja ditambahkan ke obrolan yang mengungkapkan rencana lengkap AS untuk serangan mematikannya terhadap Houthi Yaman pada tanggal 18 Maret.

Dia telah digambarkan sebagai orang yang "tidak profesional" dan "memalukan" atas insiden tersebut, dan telah dikritik karena belum meminta maaf.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!