PM Negara NATO Mencela Uni Eropa yang Ingin Perang saat AS Coba Damaikan Rusia-Ukraina
Senin, 24 Maret 2025 - 05:49 WIB
"Saya mencoba mencari kata yang tepat yang tidak menyinggung mereka, tetapi secara akurat menggambarkan situasi; mungkin 'tanpa arah' adalah istilah yang tepat," kata Orban dalam sebuah wawancara dengan Radio Kossuth, ketika diminta untuk menilai strategi Uni Eropa terkait Ukraina dan selama periode pascaperang secara umum.
Pemimpin Hongaria itu memperingatkan bahwa pada suatu saat, orang Eropa akan menemukan diri mereka dalam "situasi di mana semuanya sudah beres”, menekankan bahwa Brussels bahkan tidak akan diperlukan untuk perjanjian yang pada akhirnya dapat dicapai oleh Washington.
Tak lama setelah menjabat pada 20 Januari, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan kampanye diplomatik yang bertujuan untuk memediasi berakhirnya perang Rusia-Ukraina.
Utusan khususnya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, baru-baru ini memberi sugesti bahwa gencatan senjata lengkap antara Kyiv dan Moskow dapat dicapai dalam beberapa minggu ini.
“Akan ada perjanjian Amerika-Ukraina, perjanjian Amerika-Rusia, dan bahkan perjanjian Rusia-Ukraina yang ditengahi oleh mereka [AS],” kata Orban, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (24/5/2025).
Pemimpin Hongaria itu memperingatkan bahwa pada suatu saat, orang Eropa akan menemukan diri mereka dalam "situasi di mana semuanya sudah beres”, menekankan bahwa Brussels bahkan tidak akan diperlukan untuk perjanjian yang pada akhirnya dapat dicapai oleh Washington.
Tak lama setelah menjabat pada 20 Januari, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan kampanye diplomatik yang bertujuan untuk memediasi berakhirnya perang Rusia-Ukraina.
Utusan khususnya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, baru-baru ini memberi sugesti bahwa gencatan senjata lengkap antara Kyiv dan Moskow dapat dicapai dalam beberapa minggu ini.
“Akan ada perjanjian Amerika-Ukraina, perjanjian Amerika-Rusia, dan bahkan perjanjian Rusia-Ukraina yang ditengahi oleh mereka [AS],” kata Orban, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (24/5/2025).
Lihat Juga :