Rakyat Palestina: Negara-negara Arab dan Islam Tak Berbuat Cukup Banyak untuk Menolong Gaza

Jum'at, 21 Maret 2025 - 07:47 WIB
"Normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dan Israel telah berkontribusi signifikan terhadap ketidakpercayaan ini. Banyak warga Palestina memandang perjanjian ini sebagai tanda bahwa perjuangan mereka dikesampingkan demi kepentingan ekonomi dan strategis," ujarnya, yang dilansir Jumat (21/3/2025).

Survei tersebut juga mengungkapkan kekhawatiran yang meluas bahwa AS dan Israel akan bergerak untuk menggusur paksa 2,2 juta penduduk Gaza.

Tiga perempat penduduk di Gaza dan lebih dari separuh di Tepi Barat menyatakan kekhawatiran tentang usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk "mengambil alih" Gaza dan membangunnya kembali sebagai tujuan wisata mewah.

Trump pada bulan Februari mengumumkan bahwa AS akan berupaya menduduki Jalur Gaza setelah perang dan mengusir penduduk secara permanen untuk membangun apa yang disebutnya "Riviera of the Middle East”.

Presiden Trump sejak itu telah mengecilkan ancamannya untuk mendeportasi warga Palestina meskipun laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa AS dan Israel telah berunding dengan beberapa negara Afrika tentang penerimaan warga Gaza yang mengungsi.

Israel memuji usulan Trump dan mulai mempersiapkan apa yang disebutnya migrasi "sukarela" warga Palestina dari Gaza sebelum melanjutkan serangan brutalnya di wilayah tersebut, yang dimulai lagi sejak Selasa lalu.

Usulan Trump disambut dengan reaksi keras di seluruh dunia Arab, yang telah mendukung rencana tandingan yang disusun oleh Mesir yang menyediakan peta jalan untuk rekonstruksi Gaza yang tidak melibatkan penggusuran penduduk Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!