Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris

Senin, 17 Maret 2025 - 14:57 WIB
Baca Juga: AS Bombardir Markas Houthi Tewaskan 53 Orang, Apakah Israel Terlibat?

Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat mengklaim akan melakukan serangan udara besar-besaran di Yaman pada Minggu malam, beberapa jam setelah gerakan perlawanan Ansarullah memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan menargetkan kapal induk Amerika dan kapal-kapal perang di wilayah tersebut.

Pada Sabtu malam, AS melakukan serangan militer besar-besaran di ibu kota Yaman, Sana'a, dan beberapa provinsi lain di seluruh negeri, yang mengakibatkan puluhan orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dan terluka.

Pesawat tempur Amerika dan Inggris melancarkan 47 serangan udara di beberapa lokasi di ibu kota Yaman, Sana'a, serta di wilayah-wilayah di provinsi utara Sa'ada, provinsi tengah al-Bayda, dan provinsi barat daya Dhamar.

Setidaknya 31 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan udara dan laut yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Serangan udara berskala besar, yang dimulai pada hari Sabtu dan berlanjut hingga dini hari Minggu, terjadi setelah Angkatan Bersenjata Yaman mengancam akan melanjutkan operasi pembalasan mereka terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah atas blokade rezim Tel Aviv di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!