AS Kerahkan Pesawat Pengebom Nuklir B-52H dan Jet Siluman F-35 ke Dekat Rusia
Selasa, 25 Februari 2025 - 11:36 WIB
ManuverAmerika juga bertepatan dengan peringatan tiga tahun perang Rusia-Ukraina.
Pesawat pengebom jarak jauh itu terbang dari RAF Fairford di Gloucestershire. Misi tersebut—yang kedua dalam seminggu ke Baltik—terjadi di tengah klaim oleh politisi di negara-negara Eropa bahwa AS mengabaikan keamanan benua itu, yang telah dijamin Washington sejak Perang Dunia II.
Ketika unjuk kekuatan AS berlangsung, pakar perang dan propagandis terkemuka Rusia Sergei Mardan memperingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan berusaha merebut kembali kendali negara-negara Baltik—Estonia, Latvia dan Lithuania.
“Mereka benar-benar berhak khawatir,” katanya.
"Melihat peta, jelas bahwa kekhawatiran mereka, itu objektif, nasib historis mereka telah ditentukan sebelumnya. Apakah mereka anggota NATO, [atau] bukan anggota NATO. Dalam perspektif sejarah yang dapat diperkirakan, negara-negara yang disebut ini tidak akan ada," imbuh Mardan, seperti dikutip dari The Mirror, Selasa (25/2/2025).
Menurut Estonia, yang telah menjadi anggota NATO selama 20 tahun terakhir dan juga berbatasan dengan Rusia, Putin berencana untuk menggandakan jumlah tentaranya di perbatasan negara-negara Baltik.
Pesawat pengebom jarak jauh itu terbang dari RAF Fairford di Gloucestershire. Misi tersebut—yang kedua dalam seminggu ke Baltik—terjadi di tengah klaim oleh politisi di negara-negara Eropa bahwa AS mengabaikan keamanan benua itu, yang telah dijamin Washington sejak Perang Dunia II.
Ketika unjuk kekuatan AS berlangsung, pakar perang dan propagandis terkemuka Rusia Sergei Mardan memperingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan berusaha merebut kembali kendali negara-negara Baltik—Estonia, Latvia dan Lithuania.
“Mereka benar-benar berhak khawatir,” katanya.
"Melihat peta, jelas bahwa kekhawatiran mereka, itu objektif, nasib historis mereka telah ditentukan sebelumnya. Apakah mereka anggota NATO, [atau] bukan anggota NATO. Dalam perspektif sejarah yang dapat diperkirakan, negara-negara yang disebut ini tidak akan ada," imbuh Mardan, seperti dikutip dari The Mirror, Selasa (25/2/2025).
Menurut Estonia, yang telah menjadi anggota NATO selama 20 tahun terakhir dan juga berbatasan dengan Rusia, Putin berencana untuk menggandakan jumlah tentaranya di perbatasan negara-negara Baltik.
Lihat Juga :