Hamas Serahkan 4 Jasad Sandera yang Dibom Israel, Netanyahu Ancam Balas Dendam
Jum'at, 21 Februari 2025 - 07:05 WIB
Dalam pernyataan pertamanya setelah Hamas menyerahkan empat jasad sandera Israel tersebut, Netanyahu melalui kantornya mengatakan: "Suara darah orang-orang terkasih kita berteriak kepada kita dari tanah. Itu mengharuskan kita untuk menyelesaikan masalah dengan para pembunuh bejat itu—dan kita akan menyelesaikan masalah dengan mereka."
"Mengembalikan keempat jenazah ini memaksa kita untuk memastikan bahwa apa yang terjadi pada 7 Oktober tidak akan pernah terjadi lagi,” paparnya, yang menunjukkan niatnya untuk melanjutkan perang di Gaza, sebagaimana dikutip dari Anadolu, Jumat (21/2/2025).
Hamas mengatakan pasukan Israel bertanggung jawab atas kematian para sandera karena mengebom lokasi tempat mereka ditahan.
Kelompok itu menekankan bahwa mereka memperlakukan tawanan secara manusiawi dan berusaha melindungi mereka.
Disebutkan bahwa serangan Israel yang sama yang menewaskan keempat tahanan itu juga menewaskan 17.881 anak Palestina dalam apa yang digambarkan Hamas sebagai “pengeboman kriminal Israel di Gaza.”
“Netanyahu sekarang berduka atas jenazah para tahanannya, mencoba menghindari tanggung jawab atas kematian mereka,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan, menuduhnya menggunakan situasi itu untuk kelangsungan hidup politik.
"Mengembalikan keempat jenazah ini memaksa kita untuk memastikan bahwa apa yang terjadi pada 7 Oktober tidak akan pernah terjadi lagi,” paparnya, yang menunjukkan niatnya untuk melanjutkan perang di Gaza, sebagaimana dikutip dari Anadolu, Jumat (21/2/2025).
Hamas mengatakan pasukan Israel bertanggung jawab atas kematian para sandera karena mengebom lokasi tempat mereka ditahan.
Kelompok itu menekankan bahwa mereka memperlakukan tawanan secara manusiawi dan berusaha melindungi mereka.
Disebutkan bahwa serangan Israel yang sama yang menewaskan keempat tahanan itu juga menewaskan 17.881 anak Palestina dalam apa yang digambarkan Hamas sebagai “pengeboman kriminal Israel di Gaza.”
“Netanyahu sekarang berduka atas jenazah para tahanannya, mencoba menghindari tanggung jawab atas kematian mereka,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan, menuduhnya menggunakan situasi itu untuk kelangsungan hidup politik.
Lihat Juga :