Profil Turkmenistan, Negara yang Gratiskan Gas dan Listrik untuk Rakyatnya selama 24 Tahun

Senin, 10 Februari 2025 - 12:18 WIB
Meskipun ada upaya modernisasi, budaya dan tradisi Turkmenistan tetap terjaga, meskipun di bawah kendali ketat pemerintah Soviet.

Turkmenistan dikenal sebagai negara yang sangat kaya akan gas alam. Iamemiliki cadangan gas alam terbesar kelima di dunia, diperkirakan mencapai lebih dari 17 triliun meter kubik.

Salah satu sumber gas alam terbesar di Turkmenistan adalah Ladang Gas Galkynysh, yang terletak di wilayah selatan negara ini dan menjadi salah satu ladang gas terbesar di dunia.

Gas alam merupakan pilar utama perekonomian Turkmenistan, dan negara ini memiliki potensi besar dalam sektor energi. Gas alam Turkmenistan diekspor ke beberapa negara.

Setelah runtuhnya Uni Soviet pada akhir 1991, Turkmenistan mendeklarasikan kemerdekaannya pada 27 Oktober 1991, dan menjadi negara merdeka dengan nama resmi Turkmenistan.

Ketika merdeka dari Soviet, negara ini dipimpin oleh Saparmurat Niyazov—yang kemudian menjadi presiden pertama setelah kemerdekaan.

Niyazov, yang dikenal dengan gelar Turkmenbashi (Pemimpin Turkmenistan), memimpin negara ini dengan gaya otoriter selama lebih dari 15 tahun.

Saparmurat Niyazov, Presiden Seumur Hidup yang Gratiskan Gas dan Listrik



Saparmurat Niyazov berkuasa sejak kemerdekaan negara itu pada 27 Oktober 1991 hingga kematiannya pada 21 Desember 2006, yang artinya dia menjadi presiden seumur hidup.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!