Mesir Marah pada Netanyahu yang Serukan Negara Palestina Didirikan di Arab Saudi

Minggu, 09 Februari 2025 - 07:38 WIB
"Pernyataan Israel merupakan pelanggaran terhadap hak-hak yang sah dan tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka mereka,” imbuh Kementerian Luar Negeri Mesir.

Hussein al-Sheikh, Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), juga bereaksi terhadap pernyataan Netanyahu, menyebutnya sebagai "pelanggaran hukum internasional dan konvensi internasional".

"Kami menegaskan bahwa Negara Palestina hanya akan berada di tanah Palestina, dan kami menghargai posisi Kerajaan Arab Saudi, para pemimpinnya, dan rakyatnya, yang selalu menyerukan penerapan legitimasi internasional dan hukum internasional," kata al-Sheikh.

Baca Juga: Pejabat Arab Saudi Balas Netanyahu: Pindahkan Saja Israel ke Alaska

Selama kunjungannya ke Amerika Serikat (AS), Netanyahu menegaskan kembali penolakannya terhadap pendirian Negara Palestina.

"Terutama bukan Negara Palestina," katanya kepada wartawan pada hari Kamis.

"Setelah 7 Oktober? Tahukah Anda apa itu? Ada Negara Palestina; yang disebut Gaza. Gaza, yang dipimpin oleh Hamas, adalah Negara Palestina dan lihat apa yang kita dapatkan,” ujarnya.

Komentarnya menyusul konferensi pers bersama dengan Presiden AS Donald Trump, di mana Trump mengumumkan rencananya untuk mengusir warga Palestina dari Gaza dan mengubah daerah kantong Palestina itu menjadi "Riviera of The Middle East”, dengan AS mengambil alih wilayah tersebut.

Kedua pemimpin membahas normalisasi hubungan dengan Arab Saudi, dan Netanyahu dengan tegas menolak syarat utama Arab Saudi untuk mendirikan Negara Palestina sambil menegaskan bahwa perdamaian antara Israel dan kerajaan itu akan terwujud.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!