Pangeran Arab Saudi kepada Trump: Kembalikan Warga Gaza ke Jaffa dan Haifa

Jum'at, 07 Februari 2025 - 06:34 WIB
“Tanah-tanah itu adalah tanah mereka dan rumah-rumah yang dihancurkan Israel adalah rumah mereka, dan mereka akan membangunnya kembali sebagaimana yang telah mereka lakukan setelah serangan-serangan Israel sebelumnya terhadap mereka,” paparnya,yang dilansir Middle East Monitor, Jumat (7/2/2025).

Bangsawan senior ini menambahkan: “Sebagian besar penduduk Gaza adalah pengungsi, yang terusir dari rumah mereka di tempat yang sekarang menjadi Israel dan Tepi Barat akibat serangan genosida Israel sebelumnya terhadap mereka dalam perang tahun 1948 dan 1967.”

“Jika mereka harus dipindahkan dari Gaza, mereka harus diizinkan untuk kembali ke rumah mereka dan ke kebun jeruk dan zaitun mereka di Haifa, Jaffa, dan kota-kota serta desa-desa lain tempat mereka melarikan diri atau diusir paksa oleh Israel,” ungkapnya.

Merujuk pada para pemukim di wilayah Palestina, pangeran Arab Saudi tersebut mengatakan: “Banyak dari puluhan ribu imigran yang datang ke Palestina dari Eropa dan tempat-tempat lain setelah Perang Dunia II mencuri rumah dan tanah Palestina, meneror penduduk, dan terlibat dalam kampanye pembersihan etnis.”

Dia juga mencatat bahwa AS dan Inggris para pemenang perang, berdiri di samping dan bahkan memfasilitasi pengusiran berdarah warga Palestina dari rumah dan tanah mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!