6 Tokoh Palestina yang Ditahan di Penjara Israel, Ada yang Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup sebanyak 54 Kali
Selasa, 21 Januari 2025 - 14:30 WIB
Hamed, yang telah masuk dalam daftar orang yang dicari Israel selama delapan tahun sebelum penangkapannya, adalah komandan tertinggi brigade Izz el-Deen Al-Qassam, sayap militer Hamas, di Tepi Barat. Ia meraih gelar dalam ilmu politik dari Universitas Birzeit dekat Ramallah. Saat ia menjadi buronan, Israel menahan istrinya selama delapan bulan dan, pada tahun 2003, menghancurkan rumahnya.
Ia pertama kali dibebaskan pada tahun 2011 berdasarkan perjanjian yang menyatakan bahwa Israel membebaskan lebih dari 1.000 warga Palestina sebagai ganti Gilad Shalit, seorang tentara yang diculik oleh pejuang Hamas pada tahun 2006.
Setelah dibebaskan pada tahun 2011, ia menikahi Eman Nafe, yang juga telah menghabiskan 10 tahun di penjara Israel dengan tuduhan mencoba merencanakan operasi bunuh diri di Jaffa. Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan saat menangkap kembali Barghouti pada tahun 2014.
Selama masa hukuman pertamanya, 33 tahun di penjara, orang tua Barghouti dan banyak kerabat lainnya meninggal, kata Nafe. Barghouti adalah anggota sayap bersenjata Gerakan Fatah Yasser Arafat saat ia dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 1978. Kemudian, ia bergabung dengan Hamas, kelompok yang didirikan pada tahun 1987.
Baca Juga: Mahmoud Abbas Siap Ambil Alih Gaza setelah Pemberlakuan Gencatan Senjata, Perang Saudara Akan Pecah?
3. Nael Barghouti
Lahir pada tahun 1957, Barghouti telah menghabiskan 44 tahun, atau dua pertiga dari 67 tahun hidupnya, di penjara Israel – lebih lama dari warga Palestina lainnya dan dikenal sebagai "dekan" tahanan Palestina. Ia pertama kali dipenjara pada tahun 1978 karena ikut serta dalam serangan yang menewaskan seorang tentara Israel di Yerusalem.Ia pertama kali dibebaskan pada tahun 2011 berdasarkan perjanjian yang menyatakan bahwa Israel membebaskan lebih dari 1.000 warga Palestina sebagai ganti Gilad Shalit, seorang tentara yang diculik oleh pejuang Hamas pada tahun 2006.
Setelah dibebaskan pada tahun 2011, ia menikahi Eman Nafe, yang juga telah menghabiskan 10 tahun di penjara Israel dengan tuduhan mencoba merencanakan operasi bunuh diri di Jaffa. Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan saat menangkap kembali Barghouti pada tahun 2014.
Selama masa hukuman pertamanya, 33 tahun di penjara, orang tua Barghouti dan banyak kerabat lainnya meninggal, kata Nafe. Barghouti adalah anggota sayap bersenjata Gerakan Fatah Yasser Arafat saat ia dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 1978. Kemudian, ia bergabung dengan Hamas, kelompok yang didirikan pada tahun 1987.
Baca Juga: Mahmoud Abbas Siap Ambil Alih Gaza setelah Pemberlakuan Gencatan Senjata, Perang Saudara Akan Pecah?
4. Hassan Salama
Melansir Middle East Monitor, lahir di Kamp Pengungsi Khan Yunis di Gaza pada tahun 1971, Salama dihukum karena mengatur gelombang bom bunuh diri di Israel pada tahun 1996 yang menewaskan puluhan warga Israel dan melukai ratusan lainnya.Lihat Juga :