AS Katanya Demokratis, tapi Jurnalis Diborgol saat Bertanya pada Menlu Blinken soal Gaza
Jum'at, 17 Januari 2025 - 13:06 WIB
“Anda menggurui tentang kebebasan pers!” serunya. “Saya mengajukan pertanyaan setelah diberitahu oleh [juru bicara Departemen Luar Negeri] Matt Miller bahwa dia tidak akan menjawab pertanyaan saya.”
Blinken menanggapi bahwa jurnalis harus “menghormati proses” dan bahwa dia akan menjawab pertanyaan setelah dia selesai berpidato.
“Semua orang dari Amnesty International hingga ICJ [Mahkamah Internasional] mengatakan bahwa Israel melakukan genosida dan pemusnahan dan Anda menyuruh saya untuk menghormati proses tersebut?” balas teriak Husseini.
“Penjahat! Mengapa Anda tidak berada di Den Haag?” imbuh dia berulang kali, saat petugas DSS membawanya keluar dari ruang briefing Kementerian Luar Negeri AS.
“Saya mencoba mengajukan serangkaian pertanyaan. Dibawa keluar dan diborgol. Kekuatan yang benar-benar berlebihan,” kata Husseini di X beberapa saat setelah insiden tersebut.
Husseini kemudian menulis bahwa dia telah dianiaya dengan serius karena mencoba mengajukan pertanyaan serius yang tidak ingin dijawab oleh Departemen Luar Negeri AS.
Di antaranya adalah apakah AS mengetahui tentang “Hannibal Directive”, sebuah doktrin kontroversial yang mengizinkan militer Israel untuk membunuh anggota militer atau warga sipil daripada membiarkan mereka ditawan musuh.
Blinken menanggapi bahwa jurnalis harus “menghormati proses” dan bahwa dia akan menjawab pertanyaan setelah dia selesai berpidato.
“Semua orang dari Amnesty International hingga ICJ [Mahkamah Internasional] mengatakan bahwa Israel melakukan genosida dan pemusnahan dan Anda menyuruh saya untuk menghormati proses tersebut?” balas teriak Husseini.
“Penjahat! Mengapa Anda tidak berada di Den Haag?” imbuh dia berulang kali, saat petugas DSS membawanya keluar dari ruang briefing Kementerian Luar Negeri AS.
“Saya mencoba mengajukan serangkaian pertanyaan. Dibawa keluar dan diborgol. Kekuatan yang benar-benar berlebihan,” kata Husseini di X beberapa saat setelah insiden tersebut.
Husseini kemudian menulis bahwa dia telah dianiaya dengan serius karena mencoba mengajukan pertanyaan serius yang tidak ingin dijawab oleh Departemen Luar Negeri AS.
Di antaranya adalah apakah AS mengetahui tentang “Hannibal Directive”, sebuah doktrin kontroversial yang mengizinkan militer Israel untuk membunuh anggota militer atau warga sipil daripada membiarkan mereka ditawan musuh.
Lihat Juga :