AS Sangat Prihatin Rusia Pertimbangkan Gunakan Senjata Nuklir

Minggu, 05 Januari 2025 - 06:16 WIB
Namun, dokumen tersebut menggambarkan senjata nuklir sebagai "tindakan ekstrem dan terpaksa" dan menekankan tujuan Moskow untuk mencegah ketegangan yang dapat menyebabkan konflik militer, termasuk konflik nuklir.

Blinken mengatakan Washington memandang perubahan doktrin nuklir Rusia tersebut sebagai peningkatan risiko eskalasi nuklir.

"Bahkan jika kemungkinannya berubah dari 5 menjadi 15%, dalam hal senjata nuklir, tidak ada yang lebih serius," kata Blinken.

Sebelumnya, dia mengkritik rencana Rusia untuk memperbarui doktrinnya sebagai "tidak bertanggung jawab" ketika pertama kali diumumkan September lalu.

Blinken juga mengeklaim bahwa China mungkin telah memengaruhi Rusia untuk tidak menggunakan senjata nuklir.

"Kami punya alasan untuk percaya bahwa China melibatkan Rusia dan berkata: 'Jangan pergi ke sana'," katanya.

Blinken menduga China mungkin telah mengambil tindakan serupa ketika AS menuduh Rusia berencana untuk menyebarkan senjata nuklir di luar angkasa, sebuah klaim yang ditolak Moskow sebagai "klaim palsu."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!