Macron Ancam Terapkan Sanksi pada Para Pemimpin Lebanon
Rabu, 02 September 2020 - 01:01 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron memeluk korban ledakan di Beirut, Tamara Tayah, saat acara di dekat Beirut, Lebanon, 1 September 2020. Foto/REUTERS
BEIRUT - Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan para politisi Lebanon bahwa mereka terancam terkena sanksi jika gagal melakukan reformasi dalam tiga bulan.
Macron meningkatkan tekanan agar reformasi segera dilakukan di Lebanon yang kini mengalami krisis ekonomi dan politik. Dalam kunjungan kedua ke Lebanon dalam waktu kurang dari sebulan, Macron menandai satu abad Lebanon dengan menanam sebatang pohon cedar, simbol bangsa Lebanon.
“Ini peluang terakhir untuk sistem ini. Ini pertaruhan berisiko yang saya lakukan, saya sadar itu. Saya meletakkan satu-satunya yang saya miliki di meja, modal politik saya,” tutur Macron pada Politico saat wawancara dalam perjalanan ke Beirut pada Senin (31/8).
Macron mengaku berupaya mencari komitmen kredibel dan mekanisme follow up dari para pemimpin Lebanon, termasuk pemilu legislatif dalam enam hingga 12 bulan mendatang.
Menurut Macron, jika para pemimpin Lebanon gagal mengubah arah dalam tiga bulan mendatang, langkah tegas dapat diterapkan, termasuk menahan dana talangan dan sanksi pada kelas penguasa.
Para politisi Lebanon, selama beberapa puluh tahun menyaksikan korupsi skala industri. Mereka menghadapi tugas sulit dengan ekonomi yang hancur, ditambah dengan ledakan di Beirut pada 4 Agustus dan ketegangan sektarian yang meningkat.
Macron meningkatkan tekanan agar reformasi segera dilakukan di Lebanon yang kini mengalami krisis ekonomi dan politik. Dalam kunjungan kedua ke Lebanon dalam waktu kurang dari sebulan, Macron menandai satu abad Lebanon dengan menanam sebatang pohon cedar, simbol bangsa Lebanon.
“Ini peluang terakhir untuk sistem ini. Ini pertaruhan berisiko yang saya lakukan, saya sadar itu. Saya meletakkan satu-satunya yang saya miliki di meja, modal politik saya,” tutur Macron pada Politico saat wawancara dalam perjalanan ke Beirut pada Senin (31/8).
Macron mengaku berupaya mencari komitmen kredibel dan mekanisme follow up dari para pemimpin Lebanon, termasuk pemilu legislatif dalam enam hingga 12 bulan mendatang.
Menurut Macron, jika para pemimpin Lebanon gagal mengubah arah dalam tiga bulan mendatang, langkah tegas dapat diterapkan, termasuk menahan dana talangan dan sanksi pada kelas penguasa.
Para politisi Lebanon, selama beberapa puluh tahun menyaksikan korupsi skala industri. Mereka menghadapi tugas sulit dengan ekonomi yang hancur, ditambah dengan ledakan di Beirut pada 4 Agustus dan ketegangan sektarian yang meningkat.
Lihat Juga :