Anehnya Kebijakan AS, Cabut Sayembara Rp162 Miliar Bos HTS tapi Statusnya Masih Teroris

Minggu, 22 Desember 2024 - 08:16 WIB
Barbara Leaf, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat, memimpin delegasi ke Suriah pada hari Jumat, di mana mereka bertemu al-Sharaa. Itu menandai kunjungan pertama diplomat Amerika ke negara itu sejak 2012, ketika Kedutaan Besar AS di Damaskus ditutup.

Leaf mengeklaim mereka membahas perlunya mencegah kelompok teroris beroperasi di Suriah dan untuk memastikan perlindungan hak-hak minoritas dan perempuan.

“Kami juga membahas kebutuhan penting untuk memastikan bahwa kelompok teroris tidak dapat menimbulkan ancaman di dalam Suriah atau di luar negeri, termasuk bagi AS dan mitra kami di kawasan itu,” kata Leaf dalam sambungan telepon dari Yordania.

“Berdasarkan diskusi kami, saya memberi tahu dia bahwa kami tidak akan melanjutkan tawaran Hadiah untuk Keadilan yang telah berlaku selama beberapa tahun,” paparnya, merujuk pada sayembara penangkapan bos HTS.

Leaf menekankan bahwa keputusan untuk menarik hadiah tersebut mencerminkan perubahan kebijakan yang bertujuan untuk melegitimasi keterlibatan dengan kelompok tersebut.

"Jika saya duduk bersama pemimpin HTS dan berdiskusi panjang lebar dan terperinci, agak tidak masuk akal untuk memberikan hadiah untuk kepalanya," kata Leaf.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!