Israel Ingin Gandakan Populasi Yahudi di Dataran Tinggi Golan usai Mencaploknya dari Suriah
Senin, 16 Desember 2024 - 07:39 WIB
Israel merebut sebagian besar dataran tinggi strategis itu dari Suriah dalam Perang Enam Hari 1967, dan mencaplok atau menganeksasinya pada tahun 1981.
Pada tahun 2019, Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu; Donald Trump, menyatakan dukungan AS terhadap kedaulatan Israel atas Golan. Namun pencaplokan wilayah tersebut belum diakui oleh sebagian besar negara.
Suriah menuntut pasukan Israel mundur tetapi pihak Zionis menolak, dengan alasan masalah keamanan. Berbagai upaya perdamaian juga telah gagal.
Netanyahu mengatakan bahwa dia berbicara dengan Trump pada hari Sabtu tentang perkembangan keamanan di Suriah.
“Kami tidak tertarik pada konflik dengan Suriah,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
"Tindakan Israel di Suriah dimaksudkan untuk menggagalkan potensi ancaman dari Suriah dan untuk mencegah pengambilalihan elemen teroris di dekat perbatasan kami,” katanya lagi.
Pada tahun 2019, Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu; Donald Trump, menyatakan dukungan AS terhadap kedaulatan Israel atas Golan. Namun pencaplokan wilayah tersebut belum diakui oleh sebagian besar negara.
Suriah menuntut pasukan Israel mundur tetapi pihak Zionis menolak, dengan alasan masalah keamanan. Berbagai upaya perdamaian juga telah gagal.
Netanyahu mengatakan bahwa dia berbicara dengan Trump pada hari Sabtu tentang perkembangan keamanan di Suriah.
“Kami tidak tertarik pada konflik dengan Suriah,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
"Tindakan Israel di Suriah dimaksudkan untuk menggagalkan potensi ancaman dari Suriah dan untuk mencegah pengambilalihan elemen teroris di dekat perbatasan kami,” katanya lagi.
Lihat Juga :