Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Kamis, 12 Desember 2024 - 01:10 WIB
Rusia tarik aset militer dari Suriah dan mengecam invasi Israel. Foto/X/@SprinterFamily
MOSKOW - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia ingin melihat Suriah segera "stabil". Dia juga mengecam serangan Israel terhadap negara itu dan penciptaan "zona penyangga" di sepanjang Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel.
"Serangan, tindakan di Dataran Tinggi Golan, dan zona penyangga hampir tidak berkontribusi pada stabilisasi situasi di Suriah yang sudah tidak stabil," kata Peskov, dilansir Al Jazeera.
Ia juga mengatakan Moskow sedang menghubungi pemimpin Suriah yang baru mengenai nasib pangkalan militer Rusia di negara itu.
Baca Juga: PM Transisi Suriah Minta Pengungsi untuk Pulang Kampung
"Ini diperlukan karena pangkalan [militer] dan misi diplomatik kami ada di sana," tambah Peskov.
Sementara itu, citra satelit yang diperoleh oleh unit verifikasi Sanad Al Jazeera menunjukkan pergerakan militer Rusia di pangkalan udara Hmeimim dan pelabuhan Tartous, selain rincian serangan Israel baru-baru ini di pelabuhan Latakia.
"Serangan, tindakan di Dataran Tinggi Golan, dan zona penyangga hampir tidak berkontribusi pada stabilisasi situasi di Suriah yang sudah tidak stabil," kata Peskov, dilansir Al Jazeera.
Ia juga mengatakan Moskow sedang menghubungi pemimpin Suriah yang baru mengenai nasib pangkalan militer Rusia di negara itu.
Baca Juga: PM Transisi Suriah Minta Pengungsi untuk Pulang Kampung
"Ini diperlukan karena pangkalan [militer] dan misi diplomatik kami ada di sana," tambah Peskov.
Sementara itu, citra satelit yang diperoleh oleh unit verifikasi Sanad Al Jazeera menunjukkan pergerakan militer Rusia di pangkalan udara Hmeimim dan pelabuhan Tartous, selain rincian serangan Israel baru-baru ini di pelabuhan Latakia.
Lihat Juga :