Deretan 5 Kekejaman Rezim Assad saat Pimpin Suriah, Salah Satunya Ratusan Ribu Warga Sipil Jadi Korban
Minggu, 08 Desember 2024 - 14:10 WIB
Rezim Bashar al-Assad dibangun atas empat pilar yang membuatnya mampu memonopoli pemerintahan. Pilar pertama adalah kekuasaan di tangan klan al-Asad, lalu pilar kedua mempersatukan kaum minoritas Alawite.
Pilar ketiga, mengontrol seluruh aparatur militer-intelijen. Sedangkan pilar keempat adalah memonopoli Partai Ba’ath atas sistem politik.
Bashar al-Assad memberlakukan undang-undang darurat dengan cara menindas dan menekan setiap bentuk perlawanan untuk setiap aspirasi politik yang berseberangan dengan politik Bashar al-Assad.
Contohnya pada tahun 2004, Bashar al-Assad mengerahkan kekuatan militernya untuk menumpas protes etnis Kurdi. Hasilnya tidak hanya protes yang diredam melainkan lusinan jiwa melayang. Perilaku rezim seperti inilah yang membuat Suriah terkucilkan dari pergaulan internasional.
Kekejaman rezim Assad diketahui mulai ditunjukkan ketika anak-anak sekolah membuat graffiti di dinding sekolah dalam rangka perlawanan terhadap rezim Bashar al-Assad pada 6 Maret 2011.
Setelah menulis grafiti itu, 15 anak sekolah yang dianggap bertanggung jawab atas coretan itu ditangkap dan ditahan.
Pilar ketiga, mengontrol seluruh aparatur militer-intelijen. Sedangkan pilar keempat adalah memonopoli Partai Ba’ath atas sistem politik.
2. Menindas dan Menekan Setiap Bentuk Perlawanan
Bashar al-Assad memberlakukan undang-undang darurat dengan cara menindas dan menekan setiap bentuk perlawanan untuk setiap aspirasi politik yang berseberangan dengan politik Bashar al-Assad.
Contohnya pada tahun 2004, Bashar al-Assad mengerahkan kekuatan militernya untuk menumpas protes etnis Kurdi. Hasilnya tidak hanya protes yang diredam melainkan lusinan jiwa melayang. Perilaku rezim seperti inilah yang membuat Suriah terkucilkan dari pergaulan internasional.
4. Menahan dan Menyiksa Anak Sekolah
Kekejaman rezim Assad diketahui mulai ditunjukkan ketika anak-anak sekolah membuat graffiti di dinding sekolah dalam rangka perlawanan terhadap rezim Bashar al-Assad pada 6 Maret 2011.
Setelah menulis grafiti itu, 15 anak sekolah yang dianggap bertanggung jawab atas coretan itu ditangkap dan ditahan.
Lihat Juga :