Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah

Jum'at, 06 Desember 2024 - 18:01 WIB
Lavrov menjelaskan kepada Carlson bahwa Rusia, Iran, dan Turki menjadi penengah gencatan senjata di Suriah pada tahun 2017 dan sekali lagi pada tahun 2020, dengan menyebut Format Astana ini sebagai "kombinasi pemain yang berguna."

"Aturan mainnya adalah membantu warga Suriah untuk berdamai satu sama lain dan mencegah ancaman separatis semakin kuat," ungkap diplomat itu.

Dia menekankan, "Itulah yang dilakukan Amerika di wilayah timur Suriah ketika mereka melatih beberapa separatis Kurdi dengan menggunakan keuntungan dari penjualan minyak dan gandum, sumber daya yang mereka kuasai."

"Kami ingin berdiskusi dengan semua mitra kami dalam proses ini tentang cara memutus jalur pendanaan dan mempersenjatai para teroris,” ungkap dia.

Lavrov telah berbicara dengan Menlu Turki dan Iran, katanya kepada Carlson, dan bermaksud bertemu dengan mereka lagi pada hari Jumat di sebuah konferensi di Qatar.

Menurut dia, Rusia akan mendorong "implementasi ketat" dari kesepakatan mengenai Idlib karena provinsi Suriah itu adalah tempat para teroris muncul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!