Mengapa AS dan NATO Tak Bisa Cegat Rudal Oreshnik Rusia? Ini Analisisnya
Sabtu, 23 November 2024 - 08:42 WIB
"Barat tidak memiliki rudal yang terbang dengan kecepatan seperti itu atau rudal hipersonik sama sekali," lanjut pakar tersebut.
Dia menjelaskan, "Meskipun AS telah berulang kali membanggakan mereka memiliki rudal tersebut, mereka tidak pernah menunjukkan peluncuran rudal tersebut. Mereka tampaknya menunjukkan rudal yang terbang dengan kecepatan supersonik 5,5 kali kecepatan suara atau Mach 5,5. Namun, kecepatan hipersonik dimulai pada Mach 6-7."
“Prinsip pengoperasian rudal tersebut mirip dengan yang ditunjukkan rudal hipersonik Kinzhal, yang diluncurkan pesawat supersonik MiG-31K, atau kendaraan luncur sistem hipersonik Avangard yang dipercepat oleh rudal balistik antarbenua UR-100N UТТKh,” ungkap sang pakar.
Rudal tersebut juga dilengkapi dengan beberapa hulu ledak, sang pakar menegaskan.
"Rudal tersebut mempercepat seluruh hulu ledaknya hingga kecepatan hipersonik dengan blok pemisah yang terbang ke target juga pada kecepatan hipersonik," ujar Litovkin.
Dia menjelaskan, "Meskipun AS telah berulang kali membanggakan mereka memiliki rudal tersebut, mereka tidak pernah menunjukkan peluncuran rudal tersebut. Mereka tampaknya menunjukkan rudal yang terbang dengan kecepatan supersonik 5,5 kali kecepatan suara atau Mach 5,5. Namun, kecepatan hipersonik dimulai pada Mach 6-7."
“Prinsip pengoperasian rudal tersebut mirip dengan yang ditunjukkan rudal hipersonik Kinzhal, yang diluncurkan pesawat supersonik MiG-31K, atau kendaraan luncur sistem hipersonik Avangard yang dipercepat oleh rudal balistik antarbenua UR-100N UТТKh,” ungkap sang pakar.
Rudal tersebut juga dilengkapi dengan beberapa hulu ledak, sang pakar menegaskan.
"Rudal tersebut mempercepat seluruh hulu ledaknya hingga kecepatan hipersonik dengan blok pemisah yang terbang ke target juga pada kecepatan hipersonik," ujar Litovkin.
Lihat Juga :