Profil Jack Smith, Jaksa AS yang Bakal Dipecat Donald Trump dalam 2 Detik
Jum'at, 08 November 2024 - 13:45 WIB
John Luman Smith, atau lebih dikenal sebagai Jack Smith, adalah seorang jaksa yang bertugas di Departemen Kehakiman sebagai Kepala Bagian Integritas Publik.
Smith, sebagai jaksa federal yang berpengalaman, berperan dalam dua penyelidikan besar yang melibatkan Trump.
Dia telah membangun reputasi sebagai sosok yang tidak takut mengambil keputusan sulit, termasuk dalam kasus-kasus tingkat tinggi dan sensitif.
Jack Smith lahir 5 Juni 1969. Sebelum menanganis kasus Trump, dia pernah menjadi kepala jaksa di Kosovo Specialist Chambers, pengadilan internasional di Den Haag yang bertugas menyelidiki dan mengadili kejahatan perang dalam Perang Kosovo.
Pada November 2022, Jaksa Agung Merrick Garland menunjuk Smith sebagai penasihat khusus independen, yang bertanggung jawab untuk mengawasi dua investigasi kriminal Departemen Kehakiman yang sudah ada sebelumnya terhadap mantan presiden Donald Trump, tiga hari setelah Trump mengumumkan kampanye pemilihan presiden (Pilpres)-nya tahun 2024.
Dua kasus yang dia selidiki adalah dugaan keterlibatan Trump dalam serangan Gedung Capitol AS pada tanggal 6 Januari, dan yang kedua adalah dugaan kesalahan penanganan catatan pemerintah, termasuk dokumen rahasia oleh Trump.
Smith, sebagai jaksa federal yang berpengalaman, berperan dalam dua penyelidikan besar yang melibatkan Trump.
Dia telah membangun reputasi sebagai sosok yang tidak takut mengambil keputusan sulit, termasuk dalam kasus-kasus tingkat tinggi dan sensitif.
Jack Smith lahir 5 Juni 1969. Sebelum menanganis kasus Trump, dia pernah menjadi kepala jaksa di Kosovo Specialist Chambers, pengadilan internasional di Den Haag yang bertugas menyelidiki dan mengadili kejahatan perang dalam Perang Kosovo.
Pada November 2022, Jaksa Agung Merrick Garland menunjuk Smith sebagai penasihat khusus independen, yang bertanggung jawab untuk mengawasi dua investigasi kriminal Departemen Kehakiman yang sudah ada sebelumnya terhadap mantan presiden Donald Trump, tiga hari setelah Trump mengumumkan kampanye pemilihan presiden (Pilpres)-nya tahun 2024.
Dua kasus yang dia selidiki adalah dugaan keterlibatan Trump dalam serangan Gedung Capitol AS pada tanggal 6 Januari, dan yang kedua adalah dugaan kesalahan penanganan catatan pemerintah, termasuk dokumen rahasia oleh Trump.
Lihat Juga :