Iran Incar Kapal Induk AS di Timur Tengah

Rabu, 30 Oktober 2024 - 14:20 WIB
Iran incar kapal induk AS yang beroperasi di Timur Tengah. Foto/US Navy
TEHERAN - Beberapa kelompok garis keras Iran telah memperingatkan bahwa kepentingan AS dapat menjadi sasaran pasukan Republik Islam jika Israel melanjutkan serangannya terhadap Iran. Mereka menegaskan bahwa Iran harus melihat "kepentingan, sumber daya, dan personel militer" sebagai target yang sah.

Melansir Iran International, Foad Izadi, seorang komentator garis keras yang sering tampil di TV pemerintah Iran sebagai pakar Amerika Serikat, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan situs web konservatif Nameh News: "Serangan tidak akan berhenti kecuali Amerika Serikat menyadari bahwa serangan terhadap Iran dapat merugikan."



Izadi menambahkan, "Terserah kita untuk memutuskan bagaimana kita ingin menghadapi [Israel dan Amerika Serikat]." Ia melanjutkan, “Amerika, sebagai musuh bebuyutan Iran, beroperasi tanpa batasan etika. Namun, jika mereka merasa bahwa serangan Israel terhadap Iran akan merugikan AS, serangan ini akan dihentikan.”

Berbicara sehari setelah serangan Israel terhadap target militer di seluruh Iran—dari ibu kota Teheran hingga Shiraz di selatan, Ahvaz, Mahshahr, dan Ilam di barat daya, serta Shahroud di timur laut, di antara lokasi lainnya—Izadi mengatakan, “Apa pun yang dilakukan, Israel dan Amerika Serikat melakukannya bersama-sama, meskipun Amerika Serikat menolak bertanggung jawab atas serangan tersebut.”

Ia berpendapat bahwa jika Amerika Serikat tidak menginginkan eskalasi, mereka dapat menahan diri untuk tidak mengirim senjata dan peralatan ke Israel. Ia berkata, "tidak seorang pun boleh mempercayai klaim Washington tentang upaya menghentikan perang di kawasan tersebut."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!