Cerita Memalukan 2 Pasukan Khusus AS Tewas Tenggelam saat Sergap Kapal Houthi
Minggu, 13 Oktober 2024 - 12:01 WIB
Dua personel Navy SEAL—salah satunya membawa peralatan seberat 48 pon dan yang lainnya membawa perlengkapan seberat 80 pon—tenggelam karena berat peralatan mereka yang menyebabkan perangkat pengapung gagal digunakan.
Kepala Operator Perang Khusus Christopher Chambers terpeleset saat mencoba meraih pagar kapal dan terseret ombak setelah jatuh sembilan kaki ke laut di bawahnya.
Sedangkan Operator Perang Khusus Kelas 1 Nathan Gage Ingram, yang dibebani dengan perlengkapan yang lebih berat, melompat untuk mencoba membantu Chambers tetapi juga tenggelam, menurut laporan Angkatan Laut Amerika.
"Melihat rekan setimnya berjuang, [Ingram] melompat ke air untuk memberikan bantuan [kepada Chambers]," bunyi laporan Angkatan Laut tentang insiden tersebut.
"Terbebani oleh berat perlengkapan masing-masing individu, baik kemampuan fisik maupun perangkat pengapungan tambahan darurat, jika diaktifkan, tidak cukup untuk menahan mereka di permukaan,” lanjut laporan itu.
Angkatan Laut berusaha menemukan dua personel tersebut, tetapi menyatakan mereka tewas setelah pencarian selama 10 hari.
"Tidak diragukan lagi tindakan menaiki kapal berbahaya dan dapat meningkatkan risiko tergantung pada faktor misi," imbuh laporan Angkatan Laut AS.
Kepala Operator Perang Khusus Christopher Chambers terpeleset saat mencoba meraih pagar kapal dan terseret ombak setelah jatuh sembilan kaki ke laut di bawahnya.
Sedangkan Operator Perang Khusus Kelas 1 Nathan Gage Ingram, yang dibebani dengan perlengkapan yang lebih berat, melompat untuk mencoba membantu Chambers tetapi juga tenggelam, menurut laporan Angkatan Laut Amerika.
"Melihat rekan setimnya berjuang, [Ingram] melompat ke air untuk memberikan bantuan [kepada Chambers]," bunyi laporan Angkatan Laut tentang insiden tersebut.
"Terbebani oleh berat perlengkapan masing-masing individu, baik kemampuan fisik maupun perangkat pengapungan tambahan darurat, jika diaktifkan, tidak cukup untuk menahan mereka di permukaan,” lanjut laporan itu.
Angkatan Laut berusaha menemukan dua personel tersebut, tetapi menyatakan mereka tewas setelah pencarian selama 10 hari.
"Tidak diragukan lagi tindakan menaiki kapal berbahaya dan dapat meningkatkan risiko tergantung pada faktor misi," imbuh laporan Angkatan Laut AS.
Lihat Juga :