AS Mengaku Tak Terlibat Serangan Besar-besaran Israel di Markas Hizbullah
Sabtu, 28 September 2024 - 09:15 WIB
Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Beirut, Lebanon. Foto/anadolu
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengaku tidak terlibat, juga tidak menerima peringatan sebelumnya atas serangan udara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di markas utama gerakan Hizbullah Lebanon.
Juru bicara Pentagon Sabrina Singh mengungkapkan hal itu pada hari Jumat (27/9/2024).
"Menteri (Pertahanan Lloyd) Austin berbicara melalui telepon hari ini dengan mitranya dari Israel, Menteri (Pertahanan Yoav) Gallant," ungkap Singh dalam jumpa pers.
Dia menjelaskan, "Amerika Serikat tidak terlibat dalam operasi ini, dan kami tidak mendapat peringatan sebelumnya."
“Amerika Serikat masih menilai situasi setelah serangan besar-besaran di Beirut dan akan terus menelepon Israel untuk mengumpulkan lebih banyak informasi,” ujar juru bicara tersebut.
Juru bicara Pentagon Sabrina Singh mengungkapkan hal itu pada hari Jumat (27/9/2024).
"Menteri (Pertahanan Lloyd) Austin berbicara melalui telepon hari ini dengan mitranya dari Israel, Menteri (Pertahanan Yoav) Gallant," ungkap Singh dalam jumpa pers.
Dia menjelaskan, "Amerika Serikat tidak terlibat dalam operasi ini, dan kami tidak mendapat peringatan sebelumnya."
“Amerika Serikat masih menilai situasi setelah serangan besar-besaran di Beirut dan akan terus menelepon Israel untuk mengumpulkan lebih banyak informasi,” ujar juru bicara tersebut.
Rangkaian Ledakan Baru Terdengar di Beirut
Lihat Juga :