Mantan Presiden Rusia Usulkan Daftar Musuh-musuh Rusia

Rabu, 18 September 2024 - 15:11 WIB
Yang penting, menurutnya, adalah “keniscayaan” balas dendam, sehingga “setiap makhluk, terlepas dari bangsanya, keyakinannya, kewarganegaraannya, dan kedudukannya, yang melakukan kejahatan terhadap negara dan rakyat kita,” tahu bahwa hal itu akan terjadi dan berubah menjadi “tikus yang sakit kecemasan dan paranoia.”

“Operasi semacam itu direncanakan dengan saksama dan tidak selalu berhasil. Namun, operasi itu perlu dilakukan. Ini sangat penting, demi keadilan tertinggi dan demi mengenang para korban yang tidak bersalah,” kata Medvedev.

Medvedev, seorang sarjana hukum, dianggap "liberal" oleh Barat saat ia memimpin Rusia antara tahun 2008 dan 2012. Ia kemudian menjabat sebagai perdana menteri hingga tahun 2020, saat ia ditugaskan untuk memimpin Dewan Keamanan Nasional.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!