Corong Putin: Rusia Sudah Memiliki Dasar untuk Memulai Perang Nuklir
Senin, 16 September 2024 - 09:13 WIB
Selama program acara TV, Solovyov memperingatkan tentang respons nuklir menyusul serangan balasan Ukraina ke Kursk, dengan menyatakan; ”Rusia sudah memiliki dasar untuk memulai perang nuklir," dengan mengutip doktrin nuklir negara tersebut.
Menurut Reuters, doktrin nuklir 2020 Kremlin mengatakan Rusia dapat menggunakan senjata nuklir jika terjadi serangan nuklir oleh musuh atau serangan senjata konvensional yang mengancam keberadaan negara tersebut.
"Kami memiliki masalah yang sangat sederhana. Pertama, mereka menyerang mata kami yang akan mendeteksi serangan nuklir terhadap Rusia. Menurut doktrin kami, ini sudah menjadi dasar untuk memulai perang nuklir melawan mereka," kata Solovyov dalam program tersebut, yang rekaman videonya dibagikan kelompok pengawas Russian Media Monitor.
“Anda mengatakan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana. Maaf, tetapi pasukan Nazi telah menyerbu wilayah Kursk. Ini bukan bagian dari rencana. Kami memiliki doktrin yang jelas dan ringkas dan kami bertindak sesuai dengan itu, termasuk penggunaan senjata nuklir,” lanjut Solovyov, yang dikutip Newsweek, Senin (16/9/2024).
Kremlin telah berulang kali mencoba membenarkan invasinya dengan mengeklaim ada "rezim neo-Nazi" yang berkuasa di Kyiv. Hal ini telah ditolak dengan tegas oleh Ukraina dan komunitas internasional.
Pernyataan Solovyov muncul setelah Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov memperingatkan awal bulan ini bahwa Kremlin akan mengubah kebijakan perang nuklirnya sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai eskalasi Barat dalam perang yang sedang berlangsung di Ukraina.
Ryabkov mengatakan kepada TASS bahwa ada "niat yang jelas" untuk membuat perubahan pada doktrin nuklir Rusia, seraya menambahkan bahwa keputusan tersebut terkait dengan arah eskalasi Barat sehubungan dengan konflik Ukraina.
Menurut Reuters, doktrin nuklir 2020 Kremlin mengatakan Rusia dapat menggunakan senjata nuklir jika terjadi serangan nuklir oleh musuh atau serangan senjata konvensional yang mengancam keberadaan negara tersebut.
"Kami memiliki masalah yang sangat sederhana. Pertama, mereka menyerang mata kami yang akan mendeteksi serangan nuklir terhadap Rusia. Menurut doktrin kami, ini sudah menjadi dasar untuk memulai perang nuklir melawan mereka," kata Solovyov dalam program tersebut, yang rekaman videonya dibagikan kelompok pengawas Russian Media Monitor.
“Anda mengatakan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana. Maaf, tetapi pasukan Nazi telah menyerbu wilayah Kursk. Ini bukan bagian dari rencana. Kami memiliki doktrin yang jelas dan ringkas dan kami bertindak sesuai dengan itu, termasuk penggunaan senjata nuklir,” lanjut Solovyov, yang dikutip Newsweek, Senin (16/9/2024).
Kremlin telah berulang kali mencoba membenarkan invasinya dengan mengeklaim ada "rezim neo-Nazi" yang berkuasa di Kyiv. Hal ini telah ditolak dengan tegas oleh Ukraina dan komunitas internasional.
Pernyataan Solovyov muncul setelah Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov memperingatkan awal bulan ini bahwa Kremlin akan mengubah kebijakan perang nuklirnya sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai eskalasi Barat dalam perang yang sedang berlangsung di Ukraina.
Ryabkov mengatakan kepada TASS bahwa ada "niat yang jelas" untuk membuat perubahan pada doktrin nuklir Rusia, seraya menambahkan bahwa keputusan tersebut terkait dengan arah eskalasi Barat sehubungan dengan konflik Ukraina.
Lihat Juga :